- Lailatul Qadar adalah malam istimewa Ramadan yang keutamaannya melebihi ibadah selama seribu bulan.
- Waktu pastinya dirahasiakan, namun dianjurkan dicari pada malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadan.
- Melewatkan malam ini merugikan karena kehilangan pahala ibadah setara 83 tahun dan kesempatan pengampunan dosa.
SuaraBali.id - Malam yang paling dinantikan umat islam saat Bulan Ramadan adalah malam Lailatul Qadar. Malam dimana menjadi malam sangat istimewa dalam bulan Ramadan.
Tak heran, jika banyak yang menantikannya, karena malam Lailatul Qadar adalah malam lebih baik dari seribu bulan.
Waktu pasti turunnya Lailatur Qadar masih menjadi rahasia, karena dalam Al Qur’an sendiri tidak disebutkan.
Dalam Shahih Bukhari menyebutkan agar mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Sedangkan dalam Kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi menjelaskan jika mayoritas ulama berpendapat Lailatul Qadar kemungkinan jatuh pada malam ke-21, 23, 25, 27 atau 29 Ramadan, dimana malam-malam tersebut adalah malam ganjil.
Maka dari itu, orang – orang pilihan akhirnya menemui malam tersebut. Lantas bagaimana dengan mereka yang justru melewatkan malam Lailatul Qadar? Apakah mereka akan merugi?
Iya, mereka akan merugi, karena malam Lailatul Qadar hanya dapat ditemui di Bulan Ramadan.
Kalau di tahun ini gagal menemuinya, maka kesempatan untuk bertemu lagi haruslah menunggu tahun depan.
Berikut alasan mengapa mereka yang melewatkan malam Lailatul Qadar dikatakan merugi:
Baca Juga: Pahala Setara 4 Kali Haji, Ini Fadhilah Puasa Ramadan Hari ke-11 Hingga 20
1. Pahala ibadah 83 tahun akan terlewatkan
Dalam tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab dijelaskan bahwa ibadah pada malam ini memiliki nilai yang melampaui ibadah selama 83 tahun lebih.
Sehingga barang siapa yang belum berkesempatan atau bahkan melewati malam ini, maka mereka akan melewatkan juga pahala ibadah selama 83 tahun.
2. Kehilangan malam penting
Di malam Lailatul Qadar ini, Malaikat Jibril turun untuk menyampaikan keberkahan dan ketetapan takdir tahunan.
Seperti yang dijelaskan dalam buku Tafsir Ibnu Katsir karya Ibnu Katsir bahwa dimalam ini ditetapkan berbagai urusan penting manusia, seperti rezeki, ajal, dan peristiwa besar selama setahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Pemuda Korban Rasis Marah, Bunuh Rekan Kerja Sendiri
-
Rupiah Anjlok, Nasib Perajin Tahu di Mataram di Ujung Tanduk: Bahan Baku Mahal, Untung Kian Tipis
-
Atap Sekolah SMAN 7 Mataram Roboh, Empat Siswa Terluka
-
Pelaku Kekerasan Seksual Punya Medsos Gay, Santri Kurang Perhatian Orang Tua Jadi Korban
-
Tiga Warga Lombok Jadi Korban Eksploitasi Seksual WNA