Muhammad Yunus
Rabu, 25 Februari 2026 | 15:29 WIB
Ilustrasi sahur bareng keluarga [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Sahur adalah ibadah sunah dalam puasa yang berfungsi menguatkan stamina tubuh muslim untuk aktivitas harian dan ibadah.
  • Melaksanakan sahur melatih keikhlasan, kedisiplinan waktu, serta menjadi amal sedekah yang mendatangkan pahala besar.
  • Pelaksanaan sahur mengandung keberkahan dari Allah, mendapat shalawat, dan merupakan waktu mustajab untuk berdoa.

SuaraBali.id - Sahur, merupakan sunah dalam ibadah puasa yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sahur bukan hanya sekedar makan sebelum puasa, namun ada manfaat dibaliknya.

Meski demikian, seringkali banyak orang yang melewatkan makan sahur, hanya karena malas dan keadaan mata masih mengantuk.

Sehingga untuk mengambil nasi sepiring saja sudah tidak ada tenaga, dan lebih memilih untuk kembali tertidur pulas.

Padahal, sahur ini menjadi ibadah sunah yang mengandung hikmah besar dan keberkahan luar biasa.

Berikut beberapa keutamaan sahur yang sering kali kurang mendapat perhatian:

1. Menjaga Stamina Tubuh selama Berpuasa

Salah satu keutamaan sahur yakni untuk menguatkan tubuh selama berpuasa.

Dengan sahur, seorang muslim dapat menjalankan salat lima waktu, membaca Al-Qur’an dan melakukan aktivitas harian dengan niat ibadah tanpa merasa lemas.

Sahur menjadi bentuk perhatian islam terhadap Kesehatan dan kekuatan umatnya, karena islam adalah agama yang seimbang antara kebutuhan jasmani dan Rohani.

Baca Juga: Dari Teras Udayana sampai Jalan Majapahit: Mengintip Surga Kuliner Ramadan di Kota Mataram

2. Melatih Keikhlasan dan Kedisiplinan

Meluangkan waktu untuk bangun sahur sama saja dengan melatih keikhlasan dan kesabaran.

Seseorang yang bangun makan sahur, berarti dirinya rela meninggalkan kenyamanan tidur demi menjalankan sunah Rasulullah SAW.

Sehingga disitulah nilai ketaatan dan keimanan semakin kuat. Dengan rajin bangun untuk makan sahur ini sekaligus akan membentuk kedisiplinan waktu yang bermanfaat untuk menjaga konsistensi ibadah selama Bulan Ramadan.

3. Mendatangkan Pahala

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang memberi makan orang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.

Dengan demikian, menyiapkan makan sahur untuk keluarga misalnya, adalah amal mulia yang bernilai sedekah, sehingga mendapatkan pahala.

4. Mengandung Keberkahan

Rasulullah SAW bersabda “Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Shahih Bukhari dan Shahih Muslim).

Keberkahan sahur ini mencakup ketenangan hati, kemudahan menjalankan ibadah dan kekuatan fisik untuk berpuasa seharian.

5. Mendapat Shalawat dari Allah dan Para Malaikat

Bagi seseorang yang menjaga sahur akan mendapatkan kemuliaan yang sangat besar.

Rasulullah SAW bersabda: “Sejujurnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang bersahur.” (HR. Ahmad).

Sahur memiliki kedudukan yang Istimewa di sisi Allah SWT, dimana shalawat dari Allah SWT berarti limpahan Rahmat, sedangkan shalawat malaikat bermakna doa dan permohonan ampunan.

6. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Dengan melaksanakan makan sahur, seorang muslim akan memiliki kesempatan untuk memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa sebelum memasuki waktu puasa.

Pasalnya, sahur dilakukan pada malam terakhir, waktu yang dikenal sebagai waktu mustajab untuk berdoa.

Allah SWT membuka pintu Rahmat dan ampunan-Nya bagi hamba yang memohon dengan sungguh-sungguh.

Bagaimana? Masih berniat untuk meninggalkan momen makan sahur? Meskipun berat dilakukan, namun percayalah bahwa akan digantikan dengan pahala yang luar biasa.

Makan sahur tak melulu harus dengan menu nasi sepiring dan makanan berat lainnya. Meskipun hanya minum seteguk air tetap memiliki nilai ibadah dan pahala.

Kontributor : Kanita

Load More