- Bab 4 Kurikulum Merdeka Kelas V membahas kemampuan Kecerdasan Artifisial (KA) dalam melakukan klasifikasi seperti manusia.
- KA memerlukan banyak data contoh agar dapat belajar mengenali pola untuk melakukan tugas klasifikasi dengan benar.
- Sebuah objek dapat masuk ke dalam banyak kelompok berbeda, tergantung pada aturan pengelompokan yang ditetapkan.
SuaraBali.id - Dalam mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V Kurikulum Merdeka Bab 4 bertemakan “Belajar Bersama Kecerdasan Artifisial: Si Cerdas yang terus Belajar”.
Melansir dari buku Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V (2025) karya Cahaya Arifin, Fedora, dan Muhammad Muslim Machbub Sulthony, dalam Bab tersebut siswa diharapkan mampu memahami bagaimana Kecerdasan Artifisial (KA) dapat melakukan pengklasifikasian seperti manusia.
Pada halaman 139 terdapat uraian mengenai Konsep KA apakah bisa belajar seperti manusia.
Berikut kunci jawaban Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V Halaman 139.
Kunci Jawaban Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V Halaman 139
Apakah KA bisa belajar seperti manusia? Apakah hasilnya selalu benar? Cobalah jawab beberapa pertanyaan berikut ini.
1. Kamu memiliki apel, jeruk, dan pisang. Cara terbaik untuk mengelompokkannya adalah berdasarkan ….
a. Warna kulitnya
b. Jenis makanannya
Baca Juga: Kunci Jawaban Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kelas VI Halaman 139
c. Tempat membelinya
d. Waktu kamu memakannya
Jawaban: b. Jenis makanannya
Alasan: karena jenis makanan kategori yang sudah mencakup ketiganya.
2. Saat dikelompokkan, semua benda hanya bisa masuk ke satu kelompok saja.
a. BENAR
b. SALAH
Jawaban: b. SALAH
Alasan: Ini adalah miskonsepsi umum. Sebuah benda bisa masuk ke banyak kelompok tergantung aturannya. Misalnya, apel bisa masuk ke kelompok “buah”, “benda berwarna merah”, dan “benda berbentuk bulat”.
3. Menurutmu, apa yang dibutuhkan Kecerdasan Artifisial (KA) untuk bisa mengenali benda?
a. Guru yang sabar
b. Koneksi internet
c. Banyak data contoh
d. Warna benda yang sama
Jawaban: c. banyak data contoh
Alasan: ini adalah konsep inti dari bab ini. KA tidak “tahu” secara Ajaib, tetapi “belajar” dengan mengenali pola dari banyak data contoh yang diberikan padanya.
4. Manakah contoh kegiatan mengelompokkan benda berdasarkan jenisnya?
a. Memisahkan buku dan alat tulis
b. Menyimpan semua barang di dalam tas
c. Meletakkan semua benda di satu meja
d. Mengacak semua benda ke dalam satu kotak
Jawaban: a. memisahkan buku dan alat tulis
Alasan: Pilihan (a) memisahkan benda berdasarkan kategori atau jenis (“buku” dan “alat tulis”). Pilihan (b), (c), dan (d) adalah kegiatan merapikan atau mengacak, bukan mengelompokkan berdasarkan ciri tertentu.
5. Kecerdasan Artifisial bisa belajar mengenali pola dari data.
a. BENAR
b. SALAH
Jawaban: a. BENAR
Alasan: ini adalah definisi dasar cara kerja KA dalam melakukan klasifikasi, seperti yang dijelaskan di seluruh bab.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
BRI KKB Expo 2026 Tebar Promo Kredit Kendaraan di 131 Lokasi Seluruh Indonesia
-
21 Penyu Hijau Korban Penyelundupan Dikembalikan ke Laut
-
Di Bawah Supervisi Danantara, BRI Sukses Perkuat Dana Murah dan Tingkatkan Profitabilitas
-
Babak Baru Pengolahan Sampah di Bali, Danantara Bangun PSEL Rp3 Triliun
-
Bali Mulai Bangun Pabrik Sampah Jadi Listrik, Rp3 Triliun Pakai Teknologi 50 Negara