Muhammad Yunus
Selasa, 10 Februari 2026 | 16:48 WIB
Ilustrasi buka puasa dengan kurma
Baca 10 detik
  • Syekh Muhammad ibn ‘Umar Nawawi al-Bantani menyebutkan sahur, berbuka dengan kurma, dan mandi besar sebelum fajar sebagai amalan sunnah saat puasa.
  • Amalan sunnah puasa lainnya meliputi menahan lisan, memperbanyak sedekah, serta i'tikaf di masjid, terutama sepuluh hari terakhir.
  • Mengkhatamkan Al-Qur'an minimal satu kali selama Ramadan juga termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat muslim.

SuaraBali.id - Puasa bukan hanya sekedar menahan nafsu dan lapar saja. Banyak amalan-amalan yang baik dilakukan dan mendatangkan pahala.

Amalan-amalan sunnah dalam ibadah puasa sayang sekali jika dilewatkan, karena dapat menyempurnakan ibadah.

Dalam Kitab Nihayah al-Zain fi Irsyad al-Mubtadi’in (Darul Fikr, Beirut, Cetakan l, h. 194), Syekh Muhammad ibn ‘Umar Nawawi al-Bantani menulis amalan-amalan sunnah yang harus dipelihara saat berpuasa, diantaranya yaitu:

1. Makan Sahur

Makan sahur menjadi salah satu aktivitas saat bulan Puasa yang penuh perjuangan.

Bahkan, banyak yang menyerah untuk melakukannya ditanggal-tanggal terakhir bulan puasa. Pasalnya, godaan terbesar saat sahur adalah bangun dipagi buta.

Padahal, makan sahur termasuk amalan sunnah yang sayang dilewatkan.

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan,” (HR al-Bukhari).

2. Berbuka dengan Kurma

Baca Juga: Makan Telur Bisa Bikin Kuat Puasa? Ternyata Ini Alasannya

Saat bedug adzan maghrib tiba, seringkali mereka yang sedang beraktivitas menunda waktu berbuka puasa. Padahal, menyegerakan berbuka adalah yang terbaik.

Setelah masuk waktu maghrib, sunnahnya dengan menyantap kurma dan air. Seperti hadist yang berbunyi, “Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab itu menyucikan,”(HR Abu Dawud).

3. Mandi Besar sebelum Fajar

Mandi besar dari junub, haid atau nifas sebelum terbit fajar agar bisa menunaikan ibadah dalam keadaan suci, di samping khawatir masuk air ke mulut, telinga, anus dan sebagainya jika mandi setelah fajar.

Kendati tidak bersedia mandi seluruh tubuh sebelum fajar, hendaknya mencuci bagian-bagian tersebut (yang sekiranya rawan masuk air) disertai dengan niat mandi besar.

4. Menahan Lisan

Load More