- Hujan lebat menyebabkan banjir di Desa Oi Panihi, Bima pada Minggu (8/2/2026) merendam 23 rumah.
- BPBD NTB melaporkan sebanyak 69 jiwa terdampak, kini mereka sangat membutuhkan bantuan logistik darurat.
- Tim gabungan telah melakukan penanganan darurat dan BPBD mengimbau kewaspadaan hingga puncak musim penghujan.
SuaraBali.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan hujan lebat.
Telah menimbulkan luapan sungai dan merendam pemukiman di lereng Gunung Tambora, Kabupaten Bima.
"Sebanyak 23 rumah yang terdiri dari 23 kepala keluarga atau 69 jiwa terdampak banjir," kata Kepala BPBD NTB Sadimin dalam laporan di Mataram, Senin (9/2).
Banjir terjadi sekitar pukul 14.35 WITA pada Minggu (8/2/2026). Bencana itu diakibatkan kiriman air dari wilayah pegunungan, sehingga debit air sungai meningkat drastis dan meluap ke permukiman warga.
Sadimin mengatakan, lokasi banjir terletak di Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. Desa Oi Panihi berada di sebelah barat laut Gunung Tambora.
"Kerugian material lainnya seperti kerusakan infrastruktur umum maupun lahan pertanian milik warga, saat ini masih dalam proses pendataan," ujarnya.
Lebih lanjut Sadimin menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh warga terdampak saat ini adalah bantuan logistik.
BPBD NTB telah melakukan koordinasi intensif dengan BPBD Kabupaten Bima dan pemangku kepentingan lainnya terkait penanganan bencana banjir tersebut.
Tim gabungan yang terdiri dari personil BPBD Kabupaten Bima, TNI/POLRI, aparatur kecamatan dan desa, Tagana, serta masyarakat setempat telah turun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan penanganan darurat.
Baca Juga: 18 Rumah Warga Kampung Bugis Roboh Dihantam Gelombang
Menurut Sadimin, upaya pelaporan serta diseminasi informasi terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan efektif.
BPBD NTB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan lantaran wilayah Nusa Tenggara Barat saat ini masih dalam periode puncak musim penghujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologis, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
"Warga diharapkan memperhatikan kebersihan lingkungan dan memantau debit aliran air di wilayah masing-masing sebagai langkah antisipasi dini," pungkas Sadimin.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan masih tinggi di Nusa Tenggara Barat pada awal Februari 2026 dengan peluang hujan lebat di sebagian besar wilayah Lombok, Sumbawa, hingga Bima.
BMKG juga memprakirakan peluang hujan dengan intensitas tinggi terjadi selama periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari, yakni di atas 100 milimeter per dasarian sebanyak 50 hingga 70 persen.
Daerah yang berpotensi mengalami hujan kategori menengah hingga lebat meliputi sebagian besar Kabupaten Lombok Utara, sebagian Kabupaten Lombok Timur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Program Desa BRILiaN Berhasil Mengangkat Potensi Desa Sumowono
-
Kasus Mutilasi Bali: Lokasi Sementara 6 Buronan Terungkap
-
Lebaran Topat di Lombok: Ziarah, Rebutan Ketupat, hingga Pedagang Dadakan Banjir Rezeki
-
Gubernur Bali Minta Warga Ganti Nasi dengan Singkong, Mbok Niluh Balas dengan Ini
-
Tips Masuk Sekolah Favorit Sesuai Minat dan Kemampuan