- Seorang anggota Komcad berinisial ASR (33) ditangkap Lanal Bali di Denpasar pada 22 Januari 2026 karena hendak menjual pistol SIG Sauer.
- ASR menjual senpi tersebut seharga Rp35 juta, setelah sebelumnya membelinya seharga Rp2 juta dari Erik pada tahun 2022.
- Pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara berdasarkan pasal 306 KUHP terkait tindak pidana komponen senjata api ilegal.
SuaraBali.id - Pria berinisial ASR (33) yang berniat menjual senjata api di Bali telah diamankan tim gabungan TNI AL (Lanal) Bali.
Kini, pria yang merupakan anggota Komando Cadangan atau Komcad itu bersiap menerima ancaman hukuman 15 tahun penjara.
ASR diamankan pada Kamis (22/1/2026) lalu di sebuah warung Tipat Cantok yang ada di Denpasar Barat, Kota Denpasar.
Kedatangannya di lokasi karena ASR hendak melakukan transaksi penjualan sebuah senpi yang dimilikinya.
Senjata berjenis pistol bermerek SIG Sauer itu hendak dijual pelaku seharga Rp35 juta.
Karena indikasi tindakan transaksi itu terlihat, dia langsung diamankan petugas.
“Kami mendapatkan informasi dari salah satu warga, didalami tim intel kami. Pada saat pendalaman di warung itu sekaligus ditangkap orangnya,” ungkap Komandan Lanal Denpasar, Kolonel Laut (P) Cokorda G. P. Pemayun dalam konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Senin (26/1/2026).
Dari penangkapan tersebut, tim kepolisian mendalami asal usul pistol yang dimilikinya itu.
Diakui pelaku, pistol itu dibeli dari kenalannya yang bernama Erik seharga Rp2 juta pada tahun 2022.
Baca Juga: Kaesang Pangarep Ingin Besarkan 'Gajah' di 'Kandang Banteng'
Pistol itu hanya dibelinya untuk keperluan keamanan diri karena ASR bekerja sebagai petugas keamanan.
Awalnya, dia juga memiliki 5 buah amunisi dari pembeliannya itu. Namun, 1 amunisi sudah coba ditembakkannya di lapangan kosong, sehingga barang bukti amunisi yang diamankan berjumlah 4 buah.
“Pada dasarnya karena sudah terlalu lama dari tahun 2022 dia simpan, dia berniat untuk menjual. Namun pada saat pelaksanaan kegiatan ini sudah terendus oleh aparat keamanan,” tutur Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Agus Riwayanto Diputra.
Sementara itu, satu buah softgun yang sempat diamankan sebagai barang bukti ternyata sudah memiliki sertifikat kepemilikan.
Agus menerangkan pihaknya masih mendalami kemungkinan keterlibatan ASR dalam jaringan penjualan senpi dalam skala yang lebih besar.
“Apabila menemukan atau pun mengindikasikan adanya peredaran senjata ilegal agar silakan laporkan. Kalau ada pembiaran tentunya nanti akan ada efek pidana lain,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri