Ilustrasi mandi di sungai [SuaraBali.id/Pinterest]
Baca 10 detik
- Tradisi Marpangir di Sumatera Utara adalah mandi pembersihan diri fisik dan rohani menyambut Ramadan.
- Masyarakat Mandailing melaksanakan Marpangir pada hari terakhir Bulan Sya'ban menggunakan ramuan rempah alami.
- Ramuan pangir dari bahan seperti daun jeruk dan akar wangi direbus untuk ritual penyucian menyambut Ramadan.
Semua bahan pangir tersebut biasanya direbus hingga mendidih, dan air rebusannya yang digunakan untuk mandi.
Rempah – rempah tersebut memiliki manfaat dan makna tersendiri untuk tubuh. Diantaranya yaitu dapat menyembuhkan luka, sebagai pemebrsih yang baik, serta memberikan aroma wangi untuk menjaga kebugaran tubuh.
Tradisi Mandi Pangir ini tidak hanya sebagai ritual menyucikan diri menjelang Ramadan saja, melainkan juga menambah keakraban serta meramaikan suasana menjelang Ramadan.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Kenapa Gaji 13 ASN Lombok Tengah Belum Cair? Ini Penjelasan Pemerintah
-
Suhu Minimum NTB Naik 2 Derajat Celcius, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Sirkuit Mandalika Akan Jadi Sirkuit Lari
-
Polisi Denpasar Gelar Patroli Besar Cegah Kejahatan Jalanan
-
Kenapa Udara Dingin Australia Pengaruhi Suhu di Bali? Ini Penjelasan BMKG