- Kebun Raya Bedugul Bali mengembangkan eksplorasi kunang-kunang untuk menumbuhkan kesadaran konservasi flora dan fauna.
- Eksplorasi kunang-kunang berlangsung pukul 16.00 hingga 21.00 Wita, menemukan spesies seperti Lamprigera dan Abscondita Spp.
- Kemunculan kunang-kunang mengindikasikan iklim stabil dengan kelembaban tinggi, suhu sejuk, dan minim cahaya buatan.
SuaraBali.id - Pengelola Kebun Raya Bedugul di Kabupaten Tabanan, Bali, mengembangkan program eksplorasi kunang-kunang dan keanekaragaman hayati untuk menumbuhkan pentingnya pemahaman masyarakat terkait konservasi flora dan fauna.
“Sehingga upaya konservasi tidak hanya terhenti pada perlindungan kawasan tapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif,” kata Direktur Pengelola Kebun Raya Marga Anggrianto di Tabanan, Bali, Rabu (14/1).
Ada pun petualangan menyaksikan kelap-kelip kunang-kunang diadakan mulai pukul 16.00 hingga 21.00 Wita.
Periode waktu itu merupakan peralihan siang ke malam yang merupakan periode aktif serangga unik itu atau disebut periode krepuskular.
Eksplorasi dilakukan dengan menyusuri sejumlah titik di kawasan hutan kebun raya itu yakni di area pemandangan Danau Beratan, hutan tropis, hingga Taman Panca Yadnya.
Ada beberapa jenis kunang-kunang yang ditemui di antaranya Lamprigera species pluralis (Spp) dan Abscondita Spp yang melimpah ditemukan di kawasan pemandangan danau dan taman Panca Yadnya.
Ia menjelaskan kemunculan kunang-kunang menandakan kondisi iklim yang stabil ditandai kelembaban udara tinggi, suhu sejuk, sirkulasi udara yang baik serta rendahnya intensitas cahaya buatan, menjadi habitat yang optimal bagi serangga bercahaya alami itu.
Cahaya yang dihasilkan berasal dari proses bioluminesensi yaitu reaksi kimia alami di dalam tubuh serangga yang hampir tidak menghasilkan panas dan berfungsi sebagai alat komunikasi, terutama dalam proses reproduksi, sekaligus menjadi daya tarik visual yang bernilai edukatif bagi masyarakat.
Tak hanya itu, ada juga fauna malam jenis amfibi, reptil, burung, hingga beberapa jenis serangga lainnya dengan latar belakang vegetasi hutan tropis yang menjadi daya tarik.
Baca Juga: Dua Kasus Super Flu Ditemukan di Bali, Begini Kondisi Pasien
Petualangan menyaksikan kunang-kunang itu diadakan dengan menggandeng komunitas yang fokus eksplorasi alam yakni Nusantara Wilderness.
Perwakilan komunitas itu Bella Evanglista menjelaskan eksplorasi tak hanya terkait melihat satwa tapi memahami bagaimana lingkungan bekerja menjaga keseimbangan alam.
“Kebun raya memegang peranan penting dalam perlindungan habitat,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
Terkini
-
Langkah Cerdas Keluarga Muda: Hindari Drama Mertua dengan Rumah Impian via BRI KPR
-
Iseng Buka Aplikasi Setelah Bayar Tagihan, Keluarga di Bali Malah Dapat Mobil BYD M6
-
Kenapa Berat Badan Naik Setelah Puasa? 5 Menu Buka Puasa Ini Bikin Kenyang Tanpa Nambah Lemak
-
Penampakan 72 Unit Mobil Listrik untuk Operasional Pemprov NTB
-
Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas III SD Evaluasi Halaman 116