- Gempa dangkal magnitudo 4,5 di Kuta Selatan, Bali, Sabtu, disebabkan sesar aktif dasar laut dengan gerakan mendatar.
- Episenter gempa pukul 17.34 WITA berada 71 km barat daya Kuta Selatan pada kedalaman 34 km.
- Gempa dirasakan beberapa wilayah Bali dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
SuaraBali.id - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengungkapkan gempa bumi dangkal dengan magnitudo 4,5 di Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, memiliki gerakan mendatar (strike slip).
"Gempa bumi yang terjadi itu adalah dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut," kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar, Sabtu (10/1).
Hasil tersebut diketahui berdasarkan analisis dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa bumi tektonik yang terjadi pada pukul 17.34 WITA.
Episenter terletak pada koordinat 9,26 derajat Lintang Selatan (LS) dan 114,78 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 71 kilometer barat daya Kuta Selatan, Bali pada kedalaman 34 kilometer.
Gempa bumi itu dirasakan beberapa wilayah di Pulau Dewata yakni di Kuta Selatan, Kuta, Denpasar dan Jembrana.
Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik, lanjut dia, menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.
Meski begitu, pihaknya mencatat gempa bumi susulan terjadi dengan magnitudo lebih kecil yakni 2,5 pada pukul 18.21 WITA dengan kedalaman 10 kilometer yang berlokasi 78 kilometer barat daya Kuta Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Ajak Masyarakat Stop Beri Stigma Negatif
-
Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat