Muhammad Yunus
Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:36 WIB
BMKG memetakan titik gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,5 di Kuta Selatan, Bali, Sabtu (10/1/2026) [Suara.com/ANTARA/HO-BMKG]
Baca 10 detik
  • Gempa dangkal magnitudo 4,5 di Kuta Selatan, Bali, Sabtu, disebabkan sesar aktif dasar laut dengan gerakan mendatar.
  • Episenter gempa pukul 17.34 WITA berada 71 km barat daya Kuta Selatan pada kedalaman 34 km.
  • Gempa dirasakan beberapa wilayah Bali dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

SuaraBali.id - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengungkapkan gempa bumi dangkal dengan magnitudo 4,5 di Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, memiliki gerakan mendatar (strike slip).

"Gempa bumi yang terjadi itu adalah dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut," kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar, Sabtu (10/1).

Hasil tersebut diketahui berdasarkan analisis dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa bumi tektonik yang terjadi pada pukul 17.34 WITA.

Episenter terletak pada koordinat 9,26 derajat Lintang Selatan (LS) dan 114,78 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 71 kilometer barat daya Kuta Selatan, Bali pada kedalaman 34 kilometer.

Gempa bumi itu dirasakan beberapa wilayah di Pulau Dewata yakni di Kuta Selatan, Kuta, Denpasar dan Jembrana.

Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik, lanjut dia, menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.

Meski begitu, pihaknya mencatat gempa bumi susulan terjadi dengan magnitudo lebih kecil yakni 2,5 pada pukul 18.21 WITA dengan kedalaman 10 kilometer yang berlokasi 78 kilometer barat daya Kuta Selatan.

Load More