Muhammad Yunus
Kamis, 01 Januari 2026 | 12:45 WIB
Ayam Betutu kuliner unik dari Bali karena racikan bumbunya. (Instagram)
Baca 10 detik
  • Kuliner khas Bali wajib dicoba pengunjung, mencakup Nasi Campur yang berasal dari tradisi petani setempat
  • Beberapa rekomendasi kuliner ikonik lain adalah Nasi Jinggo porsi kecil, Sate Lilit daging dililit batang serai, serta Ayam Betutu berbumbu rempah
  • Rujak Kuah Pindang menawarkan keunikan rasa dengan menggunakan kuah dari rebusan ikan pindang sebagai siraman buah segar

SuaraBali.id - Berlibur ke Pulau Dewata Bali bukan hanya sekedar menikmati pemandangan alamnya saja. Anda juga wajib mencicipi kuliner khas Bali yang tidak bisa ditemui di daerah lain.

Kurang lengkap rasanya jika berkunjung ke Bali tanpa mencoba kulinernya yang memiliki rasa khas.

Berikut rekomendasi kuliner yang wajib dicoba saat berlibur ke Bali:

1. Nasi Campur

Nasi Campur Bali ini bermula dari para petani Bali yang mengonsumsi beragam lauk disekitar mereka setelah seharian bekerja di ladang.

Dari situlah, Nasi campur akhirnya dikenal sebagai hidangan yang menyajikan berbagai kuliner khas Bali tradisopnal.

Salah satu nasi campur Bali yang terkenal yakni berada di Kawasan Renon, Jalan Waturenggong. Biasanya, warung ini buka di jam 4 sore.

Menunya yang lengkap, dan harganya yang murah membuat warung ini sering diserbu. Isiannya komplit, mulai dari olahan daging ayam, babi, lawar hingga sambal khas Bali yang pedas.

2. Nasi Jinggo

Baca Juga: Tips Nikmati Liburan di Bali, Dijamin Hemat dan Nyaman

Nasi Jinggo menjadi kuliner ikonik di Bali yang terkenal sebagai ‘pengganjal perut’ karena porsinya sedikit.

Harganya cukup murah, dibanderol mulai dari Rp 3.000 saja.

Nasi ini biasanya dibungkus dengan daun pisang, dengan isian nasi pulen, daging ayam, sambal goreng tempe dan sambal pedas sebagai pelengkap.

Nasi Jinggo ini biasanya dijual disepanjang jalan, warung lesehan maupun angkringan, sehingga sangat mudah ditemui.

Nasi Jinggo yang sudah populer bisa dibeli didaerah Denpasar, seperti Nasi Jinggo di Jalan Diponegoro Nomor 99, maupun Nasi Jinggo Om Gundul di Jalan Imam Bonjol Nomor 20.

3. Sate Lilit

Sate Lilit Bali merupakan masakan tradisional Bali yang dipercaya telah ada sejak lama.

Sate lilit ini umumnya memiliki ciri khas berupa daging yang dililitkan langsung pada tusuk sate, biasanya terbuat dari serai atau bambu.

Awalnya Sate lilit disajikan dalam acara adat atau perayaan khusus, namun sekarang sudah mudah ditemukan diberbagai warung makan, restoran hingga Hotel di Bali.

Sate Lilit di Bali yang cukup populer bisa ditemui di Warung Wardani Denpasar, Warung Lesehan Merta Sari Klungkung.

Warung Nasi Ayam Bu Oki Badung, WR. Sate Lilit Men Ari Tabanan, dan Warung Muslim Sate Lilit Pekambingan Denpasar.

4. Ayam Betutu

Ayam Betutu merupakan kuliner tradisional paling ikonik di Bali yang terkenal dengan cita rasa rempah – rempahnya.

Hidangan ini berupa ayam utuh yang dimasak dengan bumbu khas Bali (base genep), kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dimasak dalam waktu lama.

‘Betutu’ sendiri dalam Bahasa Bali yakni ‘tutu’ berarti ‘dibakar’ atau ‘dipanggang’ dalam api sekam.

Warung maupun resto yang menyediakan menu ayam Betutu di Bali cukup banyak, berikut beberapa rekomendasi menu ayam betutu yang menggugah selera.

Warung Ayam Betutu Men Tempeh (Gilimanuk), Ayam Betutu Pak Sanur (Denpasar), Warung Liku (Renon), Ayam Betutu Bu Oki (Nusa Dua dan Jimbaran) dan masih banyak lagi.

5. Rujak Kuah Pindang

Rujak Kuah Pindang merupakan salah satu makanan ringan yang mampu menarik para wisatawan di Bali.

Makanan ini berupa campuran buah segar yang disiram bumbu pedas. Berbeda dengan rujak pada umumnya yang bumbunya terbuat dari gula merah serta kacang.

Versi Bali menggunakan kuah dari rebusan ikan pindang, yang membuat rasanya menjadi unik.

Rujak ini biasanya menggunakan buah – buahan yang memiliki cita rasa asam dan renyak, seperti mangga muda, Jambu air, kedondong, timun, nanas, bengkuang atau apel.

Bagi anda yang penasaran ingin mencoba rujak kuah pindang bisa menemuinya di penjual kaki lima di Denpasar, maupun café kecil di daerah Ubud dan Gianyar.

Kontributor : Kanita

Load More