Wisatawan melihat pemandangan di samping bangunan lift kaca di tebing kawasan wisata Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Rabu (5/11/2025) [Suara.com/ANTARA]
Baca 10 detik
- Bendesa Adat Nusa Penida menentang pembongkaran lift kaca, berharap pembangunan dilanjutkan demi kemajuan ekonomi pariwisata.
- Gubernur Bali Wayan Koster tegas menolak lift karena Nusa Penida dinilai sangat sakral dan harus ditata khusus.
- Pemerintah memberikan waktu enam bulan pembongkaran akibat ditemukan lima pelanggaran perizinan pembangunan lift kaca tersebut.
Pemerintah menemukan sedikitnya lima pelanggaran perizinan, termasuk tidak adanya rekomendasi resmi dari Pemerintah Provinsi Bali maupun Pemerintah Kabupaten Klungkung.
Meski menuai pro dan kontra, nasib proyek lift kaca Pantai Kelingking kini berada sepenuhnya pada keputusan pemerintah daerah—seiring penataan ulang konsep pariwisata Nusa Penida yang lebih berkelanjutan.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Jelang Persebaya vs PSS Sleman, Bonek Punya Misi Kemanusiaan untuk Korban Karhutla
Pilihan
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
Terkini
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Investasi Migas Triliunan Rupiah Masuk Bali, Siap Mandiri Listrik dari Jawa?
-
Modal Rp16 Miliar Amblas? Polda NTB Usut Dugaan Korupsi BUMD Lombok Timur
-
Hendak Isi BBM, Antrean Pemotor di Jembrana Diseruduk Mobil Listrik
-
Penyelundupan Emas Rp13 Miliar di Bandara Lombok, Diduga Hasil Tambang Ilegal