- Bendesa Adat Nusa Penida menentang pembongkaran lift kaca, berharap pembangunan dilanjutkan demi kemajuan ekonomi pariwisata.
- Gubernur Bali Wayan Koster tegas menolak lift karena Nusa Penida dinilai sangat sakral dan harus ditata khusus.
- Pemerintah memberikan waktu enam bulan pembongkaran akibat ditemukan lima pelanggaran perizinan pembangunan lift kaca tersebut.
SuaraBali.id - Polemik pembangunan lift kaca di Pantai Kelingking, Nusa Penida, kembali mencuat.
Meski proses pembongkaran telah diperintahkan pemerintah, Bendesa Adat di wilayah Nusa Penida masih berharap proyek tersebut bisa dilanjutkan demi kemajuan daerah dan peningkatan pariwisata.
Paiketan Pasikian Bendesa Adat se-Nusa Penida sebelumnya mendorong agar pemerintah membuka ruang dialog untuk menemukan solusi terbaik setelah keputusan pembongkaran tersebut.
Mereka menilai kehadiran lift dapat membantu akses wisatawan dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Namun, Gubernur Bali, Wayan Koster, mengambil sikap tegas. Menurutnya, pembangunan di Nusa Penida harus mengikuti konsep penataan khusus yang sudah dirancang pemerintah provinsi.
“Ada isu di Nusa Penida tidak boleh maju, di tempat lain kok boleh maju. Ini bukan soal begitu,” ujar Koster dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, Senin (1/12/2025).
“Kita paham, Nusa Penida adalah berliannya Bali, berliannya Indonesia. Harus kita tata dengan sangat baik,” lanjutnya.
Koster menyebut alasan utama penolakannya bukan semata soal izin, tetapi juga karena nilai kesakralan kawasan tersebut.
Ia menegaskan bahwa Nusa Penida memiliki karakteristik berbeda dengan daerah lainnya di Bali.
Baca Juga: Bali United Hancurkan 'Dinding' Tak Terkalahkan Borneo FC
“Tempat itu sangat sakral, bukan tempat biasa. Beda tanah kering di sini dengan tanah kering di Kubu. Ini sakral tempat ini, hati-hati,” tandasnya.
Gubernur Koster mengungkapkan bahwa konsep pengembangan pariwisata Nusa Penida kini tengah disiapkan dan sudah dikoordinasikan bersama Bupati Klungkung, I Made Satria.
Di dalam rencana tersebut, konsep pariwisata di Nusa Penida diharapkan tetap menjaga kelestarian alam dan budaya.
“Jenis pariwisata apa yang cocok di wilayah itu harus diperhatikan. Tidak semua yang cocok di tempat lain cocok juga di Nusa Penida,” katanya.
Koster menegaskan penataan pantai ke depan akan lebih mengutamakan unsur alami tanpa bangunan masif seperti lift kaca.
Sebelumnya, pemerintah memberi waktu enam bulan kepada pengembang untuk membongkar proyek lift kaca tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Antrean Kendaraan Menuju Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Terurai
-
Heboh Iklan 'Jangan Angkat Telepon Zakat', Ini Klarifikasi Resmi Indosat IM3
-
Desa Sausu Tambu Tembus Prestasi Nasional, Ekonomi Pesisir Tumbuh Lewat Program Desa BRILiaN
-
Ribuan Peziarah Banjiri Larantuka, Kapolda NTT Turun Langsung Kawal Semana Santa
-
Enggan Ganti Rugi Motor Rusak, Bule Viral Terjun dari Tebing di Bali Ditangkap Saat Hendak Kabur