- Perilaku wisatawan Tiongkok berubah dari grup besar menjadi solo atau berdua karena kemajuan teknologi penerjemah.
- Destinasi favorit mereka di Indonesia meliputi alam laut Manado dan pegunungan Bromo, Semeru, serta kuliner laut.
- Kunjungan wisatawan Tiongkok signifikan, mencapai hampir 1,2 juta hingga September 2025, berpotensi meningkat karena isu keamanan regional.
SuaraBali.id - Kementerian Pariwisata menyoroti adanya perubahan tren perilaku wisatawan asal Tiongkok saat berwisata ke Indonesia.
"Sekarang itu telah terjadi perubahan substantif dari perilaku wisatawan dari Tiongkok," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini, mengutip ANTARA Minggu (23/11).
Made mengatakan sebelum pandemi COVID-19 melanda dunia, wisatawan Tiongkok cenderung berwisata dalam sebuah grup dan berkeliling menggunakan bus wisata.
Satu grup berisikan lima sampai enam orang untuk satu kali perjalanan karena adanya kendala bahasa.
Berbeda dengan masa kini yang mana wisatawan lebih berani untuk pergi berdua atau berwisata seorang diri.
Hal ini terjadi karena adanya kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang mempermudah wisatawan untuk berkomunikasi menggunakan berbagai platform penerjemah selama perjalanan.
Dari sisi pengeluaran dana wisatawan Tiongkok, katanya, kini juga banyak melakukan perjalanan sampai ke Eropa dan kawasan Asia yang lebih jauh.
"Jadi ketika traveling misalnya ke Bromo, tidak ada masalah, tinggalnya sudah tahu, sekarang mereka sudah punya online platform yang besar dari sana, dulu kan tidak ada agen perjalanan. Perubahan zaman ini yang membuat berubah perilakunya," katanya.
Adapun destinasi yang digemari wisatawan asal Tiongkok ketika berkunjung ke Indonesia adalah pemandangan alam seperti laut di Manado, Sulawesi Utara dan area pegunungan yang mencakup Bromo, Tengger, Semeru (BTS).
Baca Juga: Investor Asing Lakukan Pelanggaran, Gubernur Bali Salahkan Sistem OSS
Wisatawan Tiongkok juga banyak menghabiskan dana untuk mencicipi masakan bahari (seafood) dengan cita rasa Indonesia.
"Dulu kita pikir mereka harus makanan China, enggak juga. Ada seafood di Bajo, di Manado, makanya di Manado banyak turis China," kata Made.
Pada hari-hari besar seperti tahun baru dan Tahun Baru Imlek, mereka lebih gemar menyewa kamar junior suite untuk dipamerkan melalui media sosial.
Konten yang diunggah menampilkan kemewahan dari hotel yang dikunjungi.
Opsi lain yang dipilih yakni menginap di resort bersama dengan keluarga untuk berkumpul menikmati momen bersama. Sementara kegiatan yang saat ini juga mulai diminati adalah menyelam (diving) dan bermain golf.
"Ini bagus untuk kita (karena dipromosikan), karena spending-nya tinggi dan mereka enggak masalah. Apalagi lautnya kita bagus sekali," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
BRI Dukung Atlet SEA Games 2025 lewat Literasi Keuangan Bersama Kemenpora
-
Makam Jenderal Belanda Jadi Tempat Wisata Sejarah di Mataram
-
Indonesia Raih 87 Emas, 80 Perak, 109 Perunggu, Kemenpora dan BRI Salurkan Bonus Atlet
-
Wajib Dicoba! Ini Tren Sepatu Tahun 2026
-
iPad Terbaik 2026: Bandingkan Harga & Fitur, Mana Paling Worth It?