- Polda Metro Jaya menetapkan Roy Suryo dan tujuh orang lain sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah Presiden Jokowi.
- Pengamat Politik Rocky Gerung memprediksi Jokowi akan terseret lebih dalam dan harus menjelaskan status ijazahnya secara verbal di pengadilan.
- Rocky Gerung mengkhawatirkan kasus ini membuka kluster kebohongan lain mengenai Jokowi, termasuk isu dinasti dan beberapa proyek pemerintahannya.
“Saya menganggap bahwa ini isu yang akan membuka kotak pandora bahwa selama 10 tahun sebetulnya apa yang dilakukan Jokowi pada demokrasi pasti minus, konstitusi dihianati,” tambahnya.
Rocky mengaku bahwa pihaknya semakin penasaran dengan akhir dari Dinasti Jokowi.
Lantaran satu per satu permasalahan yang menyeret nama Jokowi akan terbuka, mulai dari proyek kereta cepat Jakarta – Bandung (Whoosh) hingga soal menantunya, Bobby Nasution yang dianggap dilindungi oleh KPK.
“Karena itu akan dibuka lagi file – file lama tentang status Jokowi yang dibuat jadi koruptor nomor 2 di OCCRP, semua isu akhirnya akan dibuka,” ujar Rocky.
“Dari soal Whoosh, soal IKN, soal Mobil SMK, soal Bobby Nasution yang sekarang dianggap dilindungi oleh KPK. Macam – macam itu, Kita mau lihat akhir dari Dinasti Jokowi,” tegasnya.
Tanggapan Roy Suryo Usai Ditetapkan Tersangka
Roy Suryo menyikapi statusnya sebagai tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu yang dilaporkan Presiden ke 7, Joko Widodo (Jokowi) dengan santai dan terus tersenyum.
“Poin yang paling penting apa? Status tersangka itu masih harus kita hormati. Sikap saya apa? Senyum saja,” ungkap Roy, dikawasan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat (7/11/25).
“Tersangka itu adalah salah satu proses, masih nanti ada status menjadi, misalnya lanjut, itu baru menjadi terdakwa, baru lanjut lagi menjadi terpidana,” tambahnya.
Baca Juga: PSI Minta Jokowi Istirahat Hingga 2027, Hersubeno: Strategi Politik?
Roy menghormati penetapan status tersangka kepadanya. Pihaknya bahkan mengajak tujuh orang tersangka lainnya untuk tetap tegar.
“Sekali lagi sikap saya apa? Saya senyum, saya menyerahkan ke kuasa hukum, saya tetap mengajak untuk semua yang ke tujuh orang lain untuk tetap tegar,” ucap Roy.
“Ini adalah perjuangan kita semua bersama rakyat Indonesia selaku Masyarakat yang bebas untuk melakukan penelitian atas dokumen publik, tidak untuk dikriminalisasi,” sambungnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Dari Pekerja Migran Jadi Pengusaha, Rosyidah Kembangkan UMKM Olahan Hasil Laut Bersama BRI
-
Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara
-
Kuasa Hukum Sebut Kasus Santri Terbakar Tak Ada Unsur Kesengajaan
-
Respons Lonjakan Trafik Data, Indosat Targetkan 1.100 Titik 5G di Bali-Nusra pada Akhir 2026
-
Menembus Pelosok Desa, Kiprah Mantri BRI Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan