- Ginting menyebut bahwa nantinya banyak kader partai politik yang pindah haluan
- Elektabilitas Partai Gerindra sudah diatas 30 persen
- Budi Arie disebut memilih meninggalkan Projo kemudian bergabung dengan Partai Gerindra
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi Kembali menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dengan kasus Judi Online (Judol).
Menurut Budi semua proses hukum soal judol sudah berjalan dan semuanya telah divonis, sehingga secara tidak langsung dirinya terbukti tidak terlibat.
“Partai menyatakan Budi Arie akan terkena proses hukum judol, lah proses hukumnya sudah selesai, sudah divonis semuanya. Ada 15 apa 18 yang kena, detilnya saya tidak tahu, sekarang sampai Pengadilan Tinggi tinggal kasasi,” ujar Budi, dikutip dari youtube Akbar Faizal Uncensored, Senin (10/11/25).
Budi mengakui bahwa dirinya hanya diperiksa satu kali terkait judol tersebut dan dirinya terbukti tidak terlibat. Maka dari itu, Budi menyebut dirinya sudah diframing soal judol.
“semua proses hukum sudah dilakukan, saya hanya diperiksa sekali saja waktu itu di Bareskrim, saya BAP sumpah, mereka akhirnya setelah melihat berkas – berkas mereka simpulkan mentrea tidak ada, perintah baik lisan maupun tertulis juga tidak ada, ketiga tidak ada aliran dana, jadi ini framing,” urai Budi.
Budi kemudian menyebut bahwa siapa saja yang menuduh dirinya terlibat judol, maka orang tersebutlah yang justru terlibat.
“Siapapun yang munuduh (saya) ingat loh ini yang nuduh paling kenceng dia yang justru main,” ungkap Budi.
“Ini demi harga diri saya, keluarga dan anak – anak, waktunya harus dipulihkan,” tegasnya.
Budi menyarankan bahwa yang seharusnya diperiksa dan didalami adalah orang – orang yang sudah divonis, terkait kemana aliran dana tersebut.
Baca Juga: Refly Harun: Langkah Budi Arie Gabung Gerindra Itu Pragmatis, Cari Perlindungan
“Yang justru harus diperiksa dan didalami itu aliran dananya kemana itu mereka – mereka itu. Jangan bilang ke saya,” ujar Budi.
“Pelaku – pelakunya itu sudah main sejak 2020. Dalamin dong, uangnya kemana mereka, pasti besar itu. Ya pasti ratusan, bahkan kalau diakumulasi semuanya bisa triliunan,” tambahnya.
Budi menegaskan bahwa dari awal pihaknya sudah memiliki prinsip tidak akan menafkahi keluarganya dengan hasil judol.
“Dari awal begini loh kita ini punya prinsip, saya sudah bilang saya tidak mau anak istri saya makan dan minum dari hasil judi, saya tidak mau,” aku Budi.
“Karena apa? Ini penghisapan terhadap rakyat, ini penipuan. Jadi semakin saya diframing, saya ini tinggal kuat – kuat aja, saya sudah yakin bahwa suatu saat akan terbongkar,” sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Bikin Ketar-ketir Menteri, Prabowo Todong Komitmen Proyek Listrik 100 GW
-
TPA Kebon Kongok Ditutup Desember 2026, Pemkot Mataram Siapkan "Jurus" Ini
-
Naskah Kuno hingga Keris Pusaka Ludes di Desa Adat Sade, Pemerintah Siapkan Rencana Pemulihan Total
-
Satu Dekade Menahan Rindu, BRI Pertemukan Yuni dengan Sang Ibu di Taiwan
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Akses Layanan Keuangan bagi Diaspora Indonesia