- Pemda Bali dan Denpasar membuka 5.742 lowongan kerja dari 38 perusahaan dalam bursa kerja gratis.
- Acara ini bertujuan menekan angka pengangguran Bali, terbuka untuk umum dan penyandang disabilitas.
- Lowongan tersedia untuk lulusan SMA hingga sarjana di berbagai sektor hingga 8 November 2025.
SuaraBali.id - Hanya sampai hari ini (8/11/25), lebih dari 5.700 lowongan pekerjaan tersedia bagi warga Bali dalam sebuah bursa kerja akbar yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar.
Acara yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar ini diikuti oleh 38 perusahaan dari berbagai sektor.
Kegiatan ini dibuka secara gratis untuk umum, termasuk bagi penyandang disabilitas, dan akan berlangsung hingga Sabtu, 8 November 2025. Inisiatif ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menekan angka pengangguran di Pulau Dewata.
"Pemprov Bali terus berupaya menurunkan angka pengangguran, yang pada Februari 2025 masih tercatat sekitar 43.130 orang. Target kami adalah menurunkannya," ujar Staf Ahli Gubernur Bali, Tjok Bagus Pemayun.
Lowongan yang tersedia sangat beragam, mencakup pekerjaan di dalam dan luar negeri. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan, merinci bahwa peluang karier ini terbuka untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMA/SMK hingga sarjana.
Sektor usaha yang berpartisipasi pun bervariasi, di antaranya bidang kesehatan, perhotelan, ritel, jasa keuangan, manufaktur, hingga telekomunikasi.
Posisi yang ditawarkan juga beragam, mulai dari level staf hingga manajerial.
Selain lowongan pekerjaan, acara ini juga menyediakan program edukasi untuk meningkatkan keterampilan para pencari kerja, seperti coaching clinic dan diskusi terarah mengenai peluang kerja di dalam maupun luar negeri.
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, berharap bursa kerja ini dapat menjadi wadah efektif yang mempertemukan para pencari kerja, khususnya lulusan baru, dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai keahlian mereka.
Baca Juga: SPPG di Bali Diapresiasi, Disebut Tidak Ada Kasus Keracunan MBG
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Dari Asisten Virtual hingga BRImo, BRI Hadirkan Layanan Nasabah yang Praktis
-
Akibat Susah Dapat BBM, Pemprov Bali: Pegawai WFH dan Siswa Belajar Daring
-
Tergiur Upah Rp 800 Juta, Bule Brasil Nekat Selundupkan Kokain Cair 3,6 Kg ke Bali
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, 1,06 Juta BRILink Agen Jadi Penggerak Literasi Keuangan
-
Berkedok Terapi Sakit Gigi, Pimpinan Ponpes Bergelar Tuan Guru di Sekotong Cabuli Santri