- Ekonom Gede Sandra: Kebijakan Menkeu Purbaya sudah tunjukkan hasil awal walau baru menjabat.
- Suntikan dana, stop tax amnesty & hapus pajak <10jt dorong kredit & daya beli rakyat bawah.
- Secara umum, kebijakan Purbaya dinilai sangat pro rakyat & berpihak pada ekonomi kerakyatan.
SuaraBali.id - Ekonom Gede Sandra menyebut bahwa dalam kebijakan ekonomi, tolak ukur untuk menilai sebuah kebijakan setelah berjalan 6 bulan.
Meski Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru saja seumur jagung jabatannya, namun Gede menilai bahwa kebijakan yang dilakukan sudah mulai membuahkan hasil.
“Sebenarnya dalam kebijakan ekonomi itu, kita baru bisa mengukur biasanya setelah satu semester, sekitar 6 bulan, baru kelihatan bener nih apa – apa saja,” sebut Gede, dikutip dari youtube Forum Keadilan TV, Rabu (5/11/25).
Salah satu contohnya yakni mengenai suntikan dana senilai Rp 200 triliun. Menurut Gede, hal tersebut dapat membantu pertumbuhan kredit.
“Tapi memang ada beberapa hal yang bisa diukur dalam waktu lebih dekat, misalkan karena kebijakan suntikan dana Rp 200 triliun itu ini sudah mulai terasa terjadi penurunan suku bunga antar bank. Inikan juga bisa membantu pertumbuhan kredit,” jelas Gede.
“Dan saya dengar kabar juga infonya pertumbuhan kredit perbankan juga sudah mulai menanjak naik, meninggalkan level 7% yang sangat rendah sepanjang beberapa tahun terakhir. Jadi sebenarnya ada manfaatnya,” sambungnya.
Selain itu Gede menyebut bahwa Purbaya juga melakukan sejumlah kebijakan yang justru menciptakan lapangan pekerjaan lebih banyak.
“Sebenarnya banyak juga kebijakan – kebijakannya (Purbaya) yang sebenarnya kita nilai inilah kebijakan yang merupakan anti tesis dari kebijakan terdahulu. Contohnya Tax Amnesty seperti diobral begitu saja, inikan secara keadilan pajak sama sekali tidak adil sebenarnya, tapi alhamdulillah Pak Purbaya bisa menghentikan itu, menolak itu,” urai Gede.
“Yang kedua soal cukai tembakau. Dan ini penting juga untuk menciptakan lapangan kerja, jangan sampai lapangan kerja malah menyusut. Itu artinya Pak Purbaya ini pro terhadap penciptaan lapangan kerja,” imbuhnya.
Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Menkeu Purbaya 'Pura-pura Banyak Gaya'
Trik Purbaya untuk memacu laju ekonomi melalui penghapusan pajak menurut Gede juga sangat tepat. Hal ini tentu akan meningkatkan daya beli dilevel bawah.
“Kemudian tentang penghapusan pajak sampai pendapatan Rp 10 juta kebawah, ini yang paling penting,” ujar Gede.
“Karena apa? Bila ini benar – benar terjadi dibawah, artinya dilaksanakan, itu bisa meningkatkan daya beli dilevel bawah. Rumusnya kan memang bila kita ingin memacu pertumbuhan ekonomi, pajak itu harus diturunkan dulu. Nanti setelah ekonomi tumbuh Panjang, baru kita naikkan lagi,” tambahnya.
Dari berbagai macam kebijakan yang dikeluarkan oleh Purbaya ini, Gede menilai bahwa kebijakan tersebut sangat pro rakyat.
“Sebenarnya kebijakan Pak Purbaya ini sangat pro rakyat, dia memiliki elemen terpenting dalam ekonomi kerakyatan. Jadi memberikan ruang bertumbuh untuk orang bawah, menjaga lapangan kerja, ini ciri – ciri dari ekonomi kerakyatan,” jelas Gede.
Melihat karakter hingga strategi Purbaya yang dinilai menjadi trobosan baru didunia pemerintahan, menurut Gede Indonesia membutuhkan orang – orang seperti Purbaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Dari Pekerja Migran Jadi Pengusaha, Rosyidah Kembangkan UMKM Olahan Hasil Laut Bersama BRI
-
Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara
-
Kuasa Hukum Sebut Kasus Santri Terbakar Tak Ada Unsur Kesengajaan
-
Respons Lonjakan Trafik Data, Indosat Targetkan 1.100 Titik 5G di Bali-Nusra pada Akhir 2026
-
Menembus Pelosok Desa, Kiprah Mantri BRI Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan