- Hendri Satrio menilai Purbaya butuh variabel lain seperti logistik dan sponsor untuk maju Pilpres.
- Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak tertarik pada politik.
- Rocky Gerung menuding Purbaya punya ambisi jadi pemimpin yang terlihat dari kebijakan dan komunikasinya.
SuaraBali.id - Pakar Komunikasi Politik, Hendri Satrio berpendapat lain soal isu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang berpotensi dapat mencalonkan diri sebagai wakil presiden maupun presiden.
Isu tersebut muncul, lantaran Purbaya yang kian hari kian menyita perhatian publik. Bahkan, dirinya kini selalu menjadi topik pembicaraan.
Namun, Hendri Satrio memandangnya berbeda. Menurut Hendri kualitas hingga kepopuleran seseorang tidak bisa dikaitkan dengan sebuah kompetisi Capres Cawapres.
Hendri mengungkapkan ada banyak variabel yang harus dipenuhi selain kualitas dan kepopuleran diri.
“Pak Purbaya memang punya kualitas, dia ngetop di kelas menengah, tapi untuk terpilih dalam sebuah kompetisi Pencapresan sebagai cawapres misalnya, itu nggak segampang itu,” ujar Hendri, dikutip dari youtubenya, Senin (3/11/25).
“Jadi variabelnya banyak,” tambahnya.
Hendri sontak menyebut salah satu variabel yang harus dimiliki yakni soal ‘sponsor’ atau sosok orang kuat di belakangnya.
“Variabelnya tidak hanya disukai tapi juga logistiknya kuat tidak. Ada tidak sponsor yang ngebackingin? Kan gitu.,” sebut Hendri.
Hendri kemudian membandingkan sosok Purbaya yang mulai populer tersebut dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Purbaya Akui Sempat Bikin Blunder: Rakyat Pasti Pikir Menteri Songong, Tengil, Bego
Hendri menyebut bahwa Gibran jauh lebih kuat karena ada sosok ayahnya di balik pertempuran politiknya.
“Kalau Mas Gibran sudah terbukti banyak, sudah terbukti ada kan bapaknya Presiden, dia juga sekarang wapres, pasti logistik tidak kekurangan. Nah, Pak Purbaya ready tidak dengan itu? Jadi tidak hanya tentang popularitas ketokohan saja,” urai Hendri.
Menurut Hendri elektabilitas tinggi tidak bisa menjadi tolak ukur seseorang akan memenangkan sebuah kompetisi dalam Pemilu.
“Kita belajar aja waktu 2024 aja yang elektabilitasnya lebih tinggi dari Gibran kan ada, banyak. Tapi tidak dipilih jadi Cawapres kan,” ujarnya.
“Makanya yang Pak Purbaya punya selain disukai saat ini apa? Dan Ingat perjalanan masih jauh, kantong rakyat belum tebal nih sampai sekarang. Kita tunggu juga gerakannya Pak Purbaya bagaimana,” sambungnya.
Hendri sontak menyebut bahwa dirinya sampai saat ini masih menoleh pada Gibran untuk maju di 2029.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Sirkuit Mandalika Akan Jadi Sirkuit Lari
-
Polisi Denpasar Gelar Patroli Besar Cegah Kejahatan Jalanan
-
Kenapa Udara Dingin Australia Pengaruhi Suhu di Bali? Ini Penjelasan BMKG
-
Live Medsos Saat Jam Kerja? Ini Sanksi Bagi ASN Lombok Tengah
-
QLola by BRI Dukung Payroll Perusahaan Lebih Cepat dan Minim Human Error