Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 31 Oktober 2025 | 08:21 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.[Suara.com]
Baca 10 detik
  • Said Didu sebut Menhan Sjafrie Sjamsoeddin adalah sosok yang tertutup dan sangat loyal pada pimpinan.
  • Sjafrie memegang prinsip "jaga pekarangan masing-masing" dan tidak akan bermanuver tanpa perintah.
  • Menhan Sjafrie terima kunjungan sahabat lama, eks Gubernur Jenderal Australia, bahas kerja sama militer.

SuaraBali.id - Eks Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu membongkar karakter Menteri Pertahanan (Menhan) yang baru yakni Sjafrie Sjamsoeddin.

Menurut pengakuan seorang Said Didu, pihaknya sudah mengenal sosok Sjafrie selama 10 tahun lebih.

Pasalnya, keduanya pernah menjadi rekan kerja selama puluhan tahun tersebut. Said menyebut bahwa Sjafrie adalah sosok yang sangat tertutup.

“Saya pernah 10 tahun kerja bersama Sjafrie. Ini supaya publik paham betul karakter beliau seperti apa. Beliau ini orangnya sangat tertutup tentang dirinya,” aku Said, dikutip dari youtube Manusia Merdeka, Kamis (30/10/25).

Said Didu mengakui jika dirinya dengan Sjafrie sempat menjadi rekan kerja di Tahun 2006 dalam Tim Transformasi Bisnis TNI.

“Saya mulai bekerja dengan dia (Sjafrie) di Tim Transformasi Bisnis TNI 2006, dan kemudian berlanjut menjadi Komite Kebijakan Industri Pertahanan sampai 2016, baru saya keluar,” jelas Said.

“Jadi lama, hampir setiap hari ngobrolnya,” imbuhnya.

Said kemudian menjelaskan bahwa sosok Sjafrie ini sangat memegang teguh prinsip menjaga ‘pekarangan’ masing – masing dalam hal pekerjaan.

“Prinsip yang dipegang oleh beliau adalah dalam bekerja jaga pekarangan masing – masing. Jadi jangan mengintervensi pekarangan orang lain, tapi pertahankan pekaranganmu. Itu prinsip dia bekerja,” urai Said.

Baca Juga: Proyek Whoosh Terus Disorot, Ekonom Ini Ungkap Bukti Pembanding Harga Kereta Cepat di China

Tak hanya itu, Said juga mengatakan bahwa Sjafrie adalah sosok yang loyal kepada Keputusan pimpinan.

Sehingga tidak akan mungkin bermanuver tanpa perintah dari Presiden Prabowo Subianto.

“Beliau itu sangat loyal kepada keputusan pimpinan,” ujar Said.

“Jadi tidak mungkin Sjafrie itu bermanuver sendiri tanpa ada perintah presiden, apalagi dengan Prabowo. Prabowo ini soulmate betul, bekas 1 kamar pas di Magelang itu,” sambungnya.

Menhan Sjafrie Terima Kunjungan Eks Gubernur Jenderal Australia

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan Jenderal (Purn) David John Hurley, mantan Gubernur Jenderal Australia, di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta pada Rabu (29/10/25).

Kedatangan Jenderal Hurley disambut oleh Sekretaris Jenderal Kemhan Letjen TNI Tri Budi Utomo di depan Gedung utama dan dilanjutkan dengan upacara penyambutan.

Setelah itu, keduanya menuju ruang Bhineka Tunggal Ika untuk melakukan pertemuan tertutup bersama Menhan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Frega Wenas mengungkapkan pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Hal ini lantaran keduanya merupakan sahabat lama sejak masa taruna militer.

“Tadi Jenderal David Hurley, mantan Panglima Angkatan Persenjataan Australia dan mantan Gubernur Jenderal Australia, berkunjung ke Kemhan. Beliau disambut Sekjen dan diterima langsung oleh Bapak Menhan yang memang sahabat lama,” ujar Brigjen Frega.

Persahabatan Menhan Sjafrie dengan David Hurley terjalin sejak 1974, saat keduanya mengikuti program pertukaran taruna di Royal Military College Duntroon, Australia.

Dalam ketemuan tersebut, keduanya juga membahas hubungan bilateral pertahanan Indonesia – Australia, terutama dalam bidang pelatihan dan Kesehatan militer.

“Ada beberapa pembahasan juga terkait bagaimana hubungan bilateral saat ini, dan keduanya berharap ada peningkatan kerja sama militer yang sudah terjalin baik,” Jelas Frega.

Jenderal Hurley juga menyinggung peran Ikatan Alumni Pertahanan Indonesia – Australia (IKAHAN) yang dibentuk pada 2012, dimana ia dan Sjafrie termasuk pendirinya.

Menhan Sjafrie kemudian menyampaikan perkembangan terkini sektor pertahanan Indonesia, termasuk pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan dan penguatan Dewan Pertahanan Nasional.

Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari Jenderal Hurley.

Keduanya menegaskan komitmen untuk terus berkontribusi terhadap perdamaian dunia, termasuk di Kawasan Timur Tengah.

Brigjen Frega menegaskan, pertemuan ini tidak membahas soal belanja militer atau persenjataan, melainkan memperkuat hubungan personal dan diplomasi pertahanan berbasis persahabatan.

Kontributor : Kanita

Load More