- Menurut Prof. Hikmahanto, Presiden Prabowo Subianto adalah sosok ikhlas yang selalu memprioritaskan negara.
- Prabowo menunjukkan sikap tidak pendendam dengan mengangkat Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam.
- Padahal, Djamari tergabung dalam dewan yang memberhentikan Prabowo dari dinas militer pada tahun 1998.
Use Arrow Up and Arrow Down to select a turn, Enter to jump to it, and Escape to return to the chat.
“Teladan yang seperti ini penting loh. Saya lihat begini, di Indonesia ini kalau misalnya nanti ada pemerintahan baru, dia ‘nglamak’ waduh kasihan itu, ada yang dikriminalisasi, ada yang dicopot, nggak dipakai dan lain sebagainya. Karena apa? Kita benci banget sama Belanda, ketika kita Merdeka kita ingin yang bau – bau Belanda dihilangkan semua, termasuk hukumnya,” sambungnya.
Djamari Sosok Menko Polkam yang dulu pernah Memecat Prabowo
Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago yang baru saja dilantik pernah menjadi Sekretaris Dewan Kehormatan Perwira (DKP).
Saat menjabat menjadi Sekretaris DKP, Djamari disebut memecat Prabowo Subianto dari ABRI.
Saat itu Djamari bersama Subagyo Hadisiswoyo sebagai ketua dan beberapa Jenderal lainnya yang jadi anggota DKP yakni Fachrul Razi, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agum Gumelar, Yusuf Kartanegara dan Arie J. Kumaat.
DKP saat itu memutuskan Prabowo terbukti melakukan pelanggaran terlibat dalam operasi penculikan sejumlah aktivis pada 1997 – 1998. Dalam putusannya, DKP memecat Prabowo dari ABRI pada 1998.
Djamari sendiri merupakan purnawirawan TNI. Ia lulusan AKABRI 1971, tiga tahun diatas Prabowo dan Sjafrie yang merupakan lulusan 1974.
Selama menjadi prajurit, Djamari pensiun dengan berpangkat lentan jenderal. Ia berasal dari kesatuan Infantri – Baret Hijau Kostrad.
Djamari pernah menduduki sejumlah di militer seperti Panglima Daerah Militer III/Siliwangi pada 1997 -1998.
Baca Juga: Rocky Gerung: Bukan Prestasi Prabowo, Tapi Ini yang Lebih Penting Dievaluasi Setelah 1 Tahun
Ia kemudian dipercaya menjadi Panglima Komando Cadangan strategis Angkatan Darat pada 1998-1999. Saat itu ia menggantikan Johny Lumintang yang menggantikan Prabowo.
Setelah menjabat Pangkostrad, Djamari dipercaya sebagai wakil kepala staf TNI Angkatan Darat pada 1999-2000. Kemudian Djamari mengisi kursi Kepala Staf Umum TNI pada 2000-2004.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Sirkuit Mandalika Akan Jadi Sirkuit Lari
-
Polisi Denpasar Gelar Patroli Besar Cegah Kejahatan Jalanan
-
Kenapa Udara Dingin Australia Pengaruhi Suhu di Bali? Ini Penjelasan BMKG
-
Live Medsos Saat Jam Kerja? Ini Sanksi Bagi ASN Lombok Tengah
-
QLola by BRI Dukung Payroll Perusahaan Lebih Cepat dan Minim Human Error