- Menurut Prof. Hikmahanto, Presiden Prabowo Subianto adalah sosok ikhlas yang selalu memprioritaskan negara.
- Prabowo menunjukkan sikap tidak pendendam dengan mengangkat Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam.
- Padahal, Djamari tergabung dalam dewan yang memberhentikan Prabowo dari dinas militer pada tahun 1998.
Use Arrow Up and Arrow Down to select a turn, Enter to jump to it, and Escape to return to the chat.
SuaraBali.id - Guru Besar Hukum Internasional UI dan Rektor Universitas Jendral A. Yani, Prof Hikmahanto Juwana menyebut bahwa sosok Presiden Prabowo Subianto adalah sosok yang memiliki rasa keikhlasan luar biasa.
Juwana menyebut bahwa Prabowo adalah sosok presiden yang selalu menomorsatukan kepentingan negara.
“Kalau saya lihat karakter dari Pak Prabowo, beliau itu selalu memikirkan Indonesia,” aku Juwana, dikutip dari youtube Helmy Yahya Bicara, Selasa (28/10/25).
Juwana juga menilai bahwa Prabowo adalah sosok yang sangat legowo dan Ikhlas.
Ia sontak mencontohkan dengan momen pengangkatan Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
Sosok Djamari Chaniago ini pernah menjabat menjadi Anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP).
Djamari sempat menangani kasus Prabowo Subianto dalam pelanggaran operasi penculikan sejumlah aktivis pada 1997-1998.
Kala itu, DKP memutuskan untuk memecat Prabowo dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada 1998.
Namun kebijakan yang dilakukan Djamari untuk mencopot jabatan Prabowo itu tak membuat Prabowo menjadi pendendam.
Baca Juga: Rocky Gerung: Bukan Prestasi Prabowo, Tapi Ini yang Lebih Penting Dievaluasi Setelah 1 Tahun
Terbukti dari pengangkatan Djamari sebagai Menko Polkam.
“Ada kelegowoan, keikhlasan. Beliau tahu bahwa mungkin ada teman – temannya pada saat itu memang harus menjalankan tugas sampai mencopot pangkatnya dan lain – lain. Tapi beliau tahu bahwa mungkin mereka – mereka ini adalah orang – orang yang bisa beliau percaya,” urai Juwana.
“Dan beliau yakin bahwa ini bisa membawa katakanlah bantuan kepada beliau sebagai presiden,” imbuhnya.
Juwana sendiri mengakui bahwa pihaknya belum tentu bisa berbuat Ikhlas dan legowo seperti yang dilakukan oleh Prabowo.
Teladan yang dilakukan oleh Prabowo inilah menurut Juwana sangat penting di era banyak orang akhirnya harus dikriminalisasi karena termakan dendam semata.
“Kalau kita kan kadang – kadang nggak ada rasa legowo. Kita kalau misalnya sekarang berkuasa, dulu ‘oh kamu dulu pernah ngapain sama saya’, udah waktunya nginjak – nginjak sekarang, haha (nah itu ternyata tidak dilakukan oleh Prabowo),” jelas Juwana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo
-
Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok
-
Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani
-
Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian