- Puncak musim hujan Bali diprediksi Januari-Februari 2026; 55% zona Februari, 45% Januari.
- Sifat musim hujan 75% normal, 25% di atas normal (Buleleng utara/timur, Tabanan tengah, dll).
- Awal musim hujan Sep-Nov 2025. BMKG imbau waspada banjir & longsor di daerah rawan.
SuaraBali.id - Puncak musim hujan di Bali diperkirakan terjadi pada pada Januari-Februari 2026.
“Sebanyak 55 persen dari 20 zona musim memasuki puncak musim hujan pada Februari 2026,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Bali BMKG Aminudin Al Roniri dihubungi di Denpasar, Kamis (2/10/2025).
Sedangkan 45 persen atau sembilan zona musim di Bali memasuki puncak musim hujan pada Januari 2026.
Menurutnya, wilayah yang memasuki puncak musim hujan pada Januari 2026 yaitu Buleleng bagian utara dan timur, Tabanan bagian utara, tengah, dan selatan, Badung bagian utara, tengah, dan selatan, serta Gianyar bagian utara, tengah, dan selatan.
Sementara itu di Bangli bagian tengah, Karangasem bagian utara, tengah, timur, dan selatan, serta Kota Denpasar dan Nusa Penida.
Sedangkan 11 zona musim di Bali yang masuk puncak musim hujan pada Februari 2026, meliputi seluruh wilayah Jembrana, kemudian Buleleng bagian barat, selatan, tengah, utara, dan tenggara, Tabanan bagian barat dan utara, Karangasem bagian barat dan selatan, Bangli bagian selatan, utara, tengah, dan timur, serta Klungkung bagian utara dan Badung bagian utara.
Adapun sifat musim hujan pada 20 zona musim itu diprediksi secara umum normal di 15 zona musim atau 75 persen wilayah di Bali.
Sedangkan sisanya atau lima zona musim hujan diprediksi di atas normal.
Sebanyak lima zona musim yang sifat hujannya diprediksi di atas normal meliputi wilayah Buleleng bagian utara dan timur, Tabanan bagian tengah, Badung bagian tengah, Bangli bagian selatan, Karangasem bagian barat dan utara, serta Gianyar bagian selatan, dan Pulau Nusa Penida.
Baca Juga: Waspada, Banjir Rob Ancam 5 Pesisir Bali, 7-11 Oktober 2025
Sementara itu hanya satu zona musim di Bali yang sudah memasuki awal musim hujan pada September 2025, sedangkan sembilan zona musim diperkirakan pada Oktober 2025 dan 10 zona musim memasuki awal musim hujan pada November 2025.
Apabila dibandingkan dengan rata-rata awal musim hujan periode 1991-2020, kata dia, sebanyak enam zona musim diprediksi sama dengan rata-ratanya, kemudian zona musim diprediksi lebih cepat dari rata-ratanya dan sebanyak enam zona diprediksi lebih lambat dari rata-ratanya.
“Pemerintah daerah, institusi terkait, dan masyarakat, diharapkan waspada dan antisipatif terhadap potensi dampak musim hujan, terutama daerah rawan banjir dan tanah longsor,” ucap Aminudin Al Roniri. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu Beredar di Lombok, Satu Orang Jadi Tersangka
-
Dari Pekerja Migran Jadi Pengusaha, Rosyidah Kembangkan UMKM Olahan Hasil Laut Bersama BRI
-
Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara
-
Kuasa Hukum Sebut Kasus Santri Terbakar Tak Ada Unsur Kesengajaan
-
Respons Lonjakan Trafik Data, Indosat Targetkan 1.100 Titik 5G di Bali-Nusra pada Akhir 2026