- Prof. Sulfikar: Jokowi sengaja siapkan Istana Wapres di IKN untuk Gibran, dibangun setahun lalu & lebih mewah.
- IKN ajukan tambahan Rp 14 T yang ditolak. Sulfikar skeptis IKN akan berfungsi penuh pada tahun 2028.
- Dana Rp 10 T untuk IKN dibuka, Istana Wapres ditargetkan rampung Des 2025 dengan kontrak Rp 1,457 T.
SuaraBali.id - Peneliti Profesor Sulfikar Amir menyebut bahwa Presiden ke 7, Joko Widodo (Jokowi) rupanya secara sengaja mempersiapkan Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk sang buah hati tercinta.
Sulfikar mengatakan bahwa istana yang nantinya ditempati oleh Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka itu sudah mulai dibangun satu tahun yang lalu.
“Istana Wapres itu sudah mulai dibangun satu tahun yang lalu. Nah itu atas perintah Jokowi,” ujar Sulfikar, dikutip dari youtube Bambang Widjojanto, Rabu (1/10/25).
Menurut penjelasan Sulfikar, Jokowi sudah merencanakan Pembangunan 2 gedung di IKN yang menjadi prioritas, yakni Istana Presiden dan Wakil Presiden.
“Iya jadi Jokowi memang langsung terlibat itu dalam pembangunan 2 gedung yang paling penting buat dia, istananya dia dan istana buat anaknya,” terang Sulfikar.
“Makanya itu yang menjadi prioritas dalam Pembangunan di IKN,” imbuhnya.
Istana Wakil Presiden di IKN menurut Sulfikar jauh lebih elegan dan mewah jika dibandingkan dengan Istana Presiden.
“Istananya Wapres itu menurut saya jauh lebih elegan. Karena didesain oleh seorang arsitek yang ‘beneran’. Kalau istananya Presiden kan didesain sama Jokowi, haha, bukan dia yang mendesain sih, tapi berdasarkan selera dia gitu,” urainya.
Menurut Sulfikar adanya Istana yang dikhususkan untuk Wakil Presiden kurang tepat.
Baca Juga: Refly Harun Sentil 'Pecinta Prabowo': Bukan Dicintai, Pemimpin Itu Diawasi
Dimana pada umumnya, Sulfikar menyebut Istana Presiden dan Wakil Presiden harusnya menjadi satu.
“Cuman memang agak aneh ketika Wakil Presiden itu punya istana sendiri. Dimana – mana nggak ada. Di Amerika itu White House itu ya wapresnya juga di situ berkantor,” ujarnya.
Sulfikar kemudian menerangkan bahwa untuk meneruskan progress Pembangunan, IKN kembali mengajukan dana tambahan sekitar Rp 14 Triliun.
“IKN itu sudah meminta tambahan sekitar Rp 14 Triliun dari Rp 6 Triliun yang diberikan,” terangnya.
Sulfikar menjelaskan bahwa dana tambahan yang digelontorkan sebanyak Rp 14 Triliun tersebut untuk Pembangunan Gedung DPR, DPR, Mahkamah Agung hingga fasilitas perumahan untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Dimana Rp 4 Triliun itu untuk membangun Gedung untuk DPR, DPD, Mahkamah Agung dan sebagainya. Kemudian Rp 9 Triliun untuk fasilitas perumahan dari para pegawai ASN ini dan Rp 600 Miliar untuk pemeliharaan,” urainya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
5 Fakta Terbaru Penanganan Kejahatan Turis Asing di Pulau Dewata
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas IX Halaman 110 Kurikulum Merdeka: Hati-Hati Tukang Tipu!
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas VII Halaman 98 Kurikulum Merdeka: Membuat Sorbet Buah
-
Kunci Jawaban Informatika Kelas X Halaman 22 Kurikulum Merdeka : Data, Informasi dan Validasi
-
Jadi Idola Gen Z, Ini Kelebihan Macbook Dibanding Laptop Lain