- Pemprov NTB gelar ritual betabeq untuk kelancaran ajang MotoGP Mandalika 2025.
- Betabeq tradisi Sasak, memohon restu leluhur dan dukungan masyarakat untuk acara besar.
- Gubernur Iqbal: restu lokal kunci sukses, dorong kearifan daerah dikenal dunia.
SuaraBali.id - Di tengah gemuruh persiapan ajang balap motor paling bergengsi, MotoGP 2025, Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah kini menjadi saksi bisu harmonisasi antara kecepatan modern dan kearifan lokal.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menggelar ritual sakral tolak bala betabeq, sebuah persembahan doa dan restu demi kelancaran helatan akbar yang akan memukau dunia.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengungkapkan esensi di balik langkah spiritual ini.
"Setiap ingin menyelenggarakan sebuah acara harus ada restu, doa, dan dukungan masyarakat dan lingkungan. Itu kunci kesuksesan acara yang ingin kami bangun," katanya dalam pernyataan di Mataram, Rabu (1/10/2025).
Betabeq, ritual adat masyarakat Suku Sasak di Pulau Lombok, adalah wujud nyata dari penghormatan terhadap alam dan leluhur, di mana doa dipanjatkan kepada Tuhan sekaligus memohon izin serta restu dari penduduk lokal dan para leluhur sebelum sebuah kegiatan besar dilangsungkan.
Iqbal meyakini bahwa pelaksanaan betabeq tak hanya menjadi fondasi kesuksesan acara, tetapi juga menjadi jendela bagi kearifan lokal untuk dikenal masyarakat dunia.
Ritual ini diharapkan menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap kegiatan besar di NTB, sama seperti sambutan "sembek" yang didoakan kepada para pembalap MotoGP 2025 saat tiba di Pulau Lombok.
"Saat pembalap datang mereka di-sembek, didoakan, agar lancar dalam berkegiatan di sini dan sekarang kami adakan pula ritual betabeq," lanjut Iqbal.
Lalu Muhammad Putria, atau yang akrab disapa Raja Siledendeng Lombok, seorang tokoh adat masyarakat Sasak, menjelaskan makna mendalam dari betabeq.
Baca Juga: Meski Pembelian Elpiji Sudah Dibatasi di Pangkalan, Warga Masih Mengantre Berjam-jam
Dalam Bahasa Indonesia, betabeq berarti "permisi".
Ia menegaskan bahwa ritual ini adalah sebuah keharusan, sebagai permohonan izin kepada "tuan rumah" dan bentuk penghargaan tertinggi kepada masyarakat setempat, dalam konteks tradisi Suku Sasak di Pulau Lombok.
"Nurge agung sinampure jelas artinya memohon izin kepada masyarakat, dalam hal ini Lombok sebagai tuan rumah," terang Putria.
Ajang MotoGP 2025 sendiri dijadwalkan berlangsung selama tiga hari penuh, mulai 3 Oktober hingga 5 Oktober 2025.
Hari pertama akan dipenuhi dengan sesi Free Practice 1 untuk Moto3, Moto2, dan MotoGP, dilanjutkan dengan sesi Practice untuk semua kelas.
Kemudian, hari kedua akan menyajikan Free Practice 2, babak kualifikasi yang menegangkan, dan balapan Sprint Race MotoGP yang penuh aksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern