- KLH mewajibkan hotel berbintang di Bali perbaiki tata kelola sampah-limbah untuk cegah banjir terulang.
- Hotel diberi waktu 3 bulan; restoran berbintang akan menjadi target selanjutnya.
- Gubernur Bali mendukung upaya ini demi pariwisata berkelanjutan dan ekosistem lingkungan.
SuaraBali.id - Kementerian Lingkungan Hidup mulai menyusun evaluasi agar peristiwa banjir di Bali yang terjadi pada awal September lalu tak terulang.
Hotel-hotel berbintang di Bali kini diharuskan untuk memperbaiki tata kelola penanganan sampah dan limbahnya.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan pihaknya memberikan waktu tiga bulan bagi hotel berbintang di Bali untuk menerapkan tata kelola tersebut.
Dia juga akan mengumpulkan pihak-pihak hotel untuk berdiskusi dan menyosialisasikan upaya tersebut.
Upaya itu juga diungkapkannya agar tidak menolerir celah yang berpotensi menyebabkan kerusakan di Bali.
“Kami memberikan waktu tiga bulan untuk seluruh hotel memperbaiki tata kelola penanganan sampah dan limbahnya,” ujar Hanif saat ditemui di Taman Kehati, Denpasar, Jumat (26/9/2025).
“Karena Bali ini penting, setiap satu langkah yang kita tolerir maka ada satu kerusakan yang pasti akan terjadi,” imbuh dia.
Hanif tidak menjelaskan besaran volume sampah yang disumbangkan oleh hotel-hotel di Bali.
Namun, kebijakan itu sengaja untuk menyaasar hotel berbintang karena dengan omzet yang besar, dia meyakini timbulan sampah dari hotel juga berjumlah besar.
Baca Juga: Tragis di Legian: WN Inggris Tenggelam Usai Abaikan Peringatan Bendera Merah
Dia juga mengungkap setelah hotel, restoran-restoran berbintang di Bali juga akan menjadi sasaran untuk penerapan pengelolaan sampah yang mengedepankan kelestarian lingkungan.
“Kita sengaja selesaikan hotel berbintang, tahap berikutnya adalah restoran berbintang karena ini omzetnya besar dan pasti limbah dan sampahnya besar,” papar Hanif.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan jika kebijakan yang dicanangkan Hanif tepat agar pelaku pariwisata mulai terbiasa untuk menjaga ekosistem.
Hal itu sejalan dengan keinginannya untuk membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Hanif dan Koster juga dijadwalkan untuk bertemu pelaku usaha perhotelan dan PHRI untuk mendiskusikan kebijakan tersebut pada hari ini.
“Arahan pak menteri itu lebih komprehensif supaya hotel mulai menjaga ekosistem lingkungan, tidak saja untuk pariwisata yang ekosistemnya bagus tapi citra pariwisata yang berkeselurujan,” tutur Koster.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Terkini
-
Terkuak! Saksi Kunci Pembunuhan Brigadir Nurhadi Terima Rp35 Juta dari Kompol Yogi
-
Kepala Kanwil BPN Bali Resmi Jadi Tersangka, Ini Kasusnya!
-
Rahasia Gaya Gen Z 2026: 4 OOTD Viral Bikin Langsung Terlihat Stylish & Elegan
-
5 Alasan iPhone 17 Pro Max Masih Diburu di Awal 2026
-
7 Camilan Sehat Ini Bikin Kenyang Tanpa Takut Gemuk