SuaraBali.id - Nama Sri Mulyani sempat mencuat kala adanya skandal Bank Century di masa lalu.
Mantan menteri keuangan 3 periode yang kini sudah digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa ini saat itu menduduki jabatan penting sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Pasca reshuffle kabinet, nama Sri Mulyani menjadi perbincangan hangat warganet, khususnya berkaitan kasus masa lalu yang masih membekas dalam ingatan setiap orang terkait mega skandal kasus dugaan korupsi berhubungan dengan Pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bank Century.
Sri Mulyani saat itu punya berperan penting untuk menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.
Penetapan ini memberi dampak besar pada seluruh ekosistem perbankan sampai diperkirakan kerugian negara bisa mencapai triliunan rupiah.
Kasus Bank Century
Penyebab awal kasus besar tersebut terjadi karena adanya masalah keuangan serta memiliki potensi gagal dengan dampak sistemik hingga berujung pada terancamnya stabilitas perbankan nasional.
Pada peristiwa tersebut ternyata ada peran Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan dan Ketua KSSK.
Ia memimpin rapat lalu membuat keputusan yang berupa penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, sehingga untuk mencegah efek semakin luas, maka diperlukan dana talangan sejumlah tertentu.
Baca Juga: Mahfud MD Akan Bicara Langsung dengan Sri Mulyani Soal Transaksi Rp 300 T di Kemenkeu
Setelah melakukan diskusi yang alot, akhirnya keputusan kembali bergulir yaitu negara harus menggelontorkan dana talangan atau penyertaan modal senilai Rp 6,7 triliun.
Sehingga Bank Century bisa terselamatkan.
Nilai nominal yang telah disepakati tersebut, akhirnya disalurkan melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan status sebagai penyertaan modal bukan berupa dana talangan.
Seiring berjalannya waktu, kasus tersebut menjadi skandal besar disebabkan adanya dugaan korupsi atau penyelewengan pada aliran dana bailout.
Persoalan tersebut menyeret dua nama besar yaitu pemegang saham bank Robert Tantular dan mantan Deputi Gubernur BI Budi Mulya.
Akibat adanya dugaan korupsi tersebut berakibat pada munculnya tekanan politik hingga Sri Mulyani memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan pada bulan Mei 2010.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida