Karena hal tersebut, dokter Alit menyimpulkan jika korban meninggal karena terjatuh dan terbentur di tebing lokasi.
Korban juga disebut tewas 20 menit setelah mengalami benturan.
Meski sebetulnya ada video drone yang menunjukkan jika Juliana masih bergerak sesaat setelah terjatuuh.
Namun, Alit meyakini korban baru meninggal sekitar 20 menit setelah terjatuh.
“Kalau kita lihat pola luka nya lecet geser sesuai dengan pola luka jatuh. Tersebar didaerah tubuh banyak ditemukan di punggung dan anggota gerak atas dan bawah bagian kepala ada,” imbuhnya.
“Yang saya dapatkan adalah fakta maka saya sampaikan di awal jika tidak ada bukti yg kita dapatkan bahwa korban meninggal dalam waktu yang lama dari lukanya,” tutur Alit.
Pada kesempatan itu, Alit juga menyangkal rumor yang menyebutkan jika Juliana meninggal karena tidak makan atau hipotermia.
Meninggalnya Juliana 20 menit setelah kejadian menyangkal kemungkinan tewasnya akibat kekurangan makanan.
Sementara, saat melakukan otopsi, Alit juga tidak menemukan adanya tanda-tanda luka hipotermia.
Baca Juga: Viral Pendaki Brasil Terjatuh di Gunung Rinjani: Keluarga Keluhkan Minimnya Sumber Daya
Dia menjelaskan jika tewasnya seseorang akibat hipotermia memerlukan waktu yang lama terpapar dalam suhu dingin.
Selain itu, luka hipotermia yang biasanya ditandai dengan ujung jari yang menghitam juga tidak ditemukan pada jenazah korban.
Selain itu, tanda lain berupa otak yang tidak mengalami hernia dan limpa yang tidak mengkerut menandakan korban tidak tewas dalam waktu yang lama setelah terjatuh.
“Luka-luka yang ditimbulkan dari hipotermia tidak ada. Jd luka-luka yang ditimbulkan oleh hipotermia adalah luka pada ujung-ujung jari. Jadi lukanya berwarna kehitaman, ini tidak ditemukan. Jd bisa kita katakan tidak ada hipotermia,” tuturnya.
Setelah autopsi, jenazah Juliana sudah diserahkan kembali ke pihak penyidik.
Jika sudah tidak dibutuhkan sebagai barang bukti, jenazah bisa diserahkan kepada keluarga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Bali United Akhiri Kerja Sama Peminjaman Yusuf Meilana
-
Kasus Vila Sekotong Lombok: 30 Warga Australia Rugi Rp86,5 Miliar
-
Influencer APG Mengaku 15 Kali Gunakan Whip Pink
-
WNA Australia Isap Liquid Ganja untuk Obat Nyeri Lutut dan Depresi
-
Sering Air Mati Bergilir? Ini Penjelasan Resmi PDAM Lombok Tengah