SuaraBali.id - Masyarakat khususnya petani di Bali diajak untuk menampung air untuk pertanian guna mengantisipasi kemarau.
Ajakan ini dikatakan oleh Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menanggapi musim kemarau yang terjadi di Bali saat ini.
“Kami imbau masyarakat petani agar memaksimalkan air irigasi, mempersiapkan embung,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar, Bali, Kamis (25/4/2025).
Ia berharap hal ini sebagai bentuk antisipasi saat musim kemarau supaya tidak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air pertanian.
Kendati Bali memasuki musim peralihan, BBMKG Denpasar tetap meminta masyarakat mewaspadai potensi hujan deras.
Pihaknya meminta masyarakat untuk menghindari area terbuka seperti lapangan dan sawah saat terjadi hujan dan petir.
Menurutnya perkembangan cuaca pada 24-26 April 2025 di Bali diperkirakan cerah berawan dan terpadat potensi hujan intensitas ringan secara merata.
Angin diperkirakan bertiup dari arah timur-selatan dengan kecepatan hingga 30 kilometer per jam.
Sedangkan tinggi gelombang laut diperkirakan tinggi yakni di perairan selatan Bali diperkirakan hingga tiga meter, kemudian di Selat Bali dan Selat Lombok diperkirakan hingga 2,5 meter.
Baca Juga: Pangdam IX Udayana Usul ke Gubernur Bali, TNI Bantu Satgas Anti Sampah Plastik
BMKG juga mencatat adanya kondisi angin dan gelombang laut berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
Ada pun pengguna perahu nelayan diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot atau sekitar 27 kilometer per jam dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter
Kemudian, operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Sedangkan, operator kapal feri diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
Pihaknya mengimbau masyarakat termasuk nelayan dan pelaku wisata bahari untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi itu baik di perairan utara dan selatan Bali.
BBMKG Denpasar menyebutkan cuaca tersebut disebabkan suhu muka laut di Bali berkisar 28-30 derajat celcius dan massa udara basah terkonsentrasi mulai lapisan permukaan hingga lapisan 850 milibar atau 1.500 meter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
Terkini
-
Satu Santri Tewas Dibakar, Satu Guru Tersangka Kejahatan Seksual di Pesantren
-
Viral Video 3 Santri Dibakar di Lombok, Satu Meninggal
-
Malam Hari Tiba-tiba Dingin? BMKG Jelaskan Fenomena 'Bediding' yang Viral
-
Bali United Akhiri Kerja Sama Peminjaman Yusuf Meilana
-
Kasus Vila Sekotong Lombok: 30 Warga Australia Rugi Rp86,5 Miliar