Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Rabu, 26 Maret 2025 | 11:44 WIB
Penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali [Istimewa]

SuaraBali.id - Kenaikan jumlah penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar naik dua persen dalam empat hari pertama penyelenggaraan posko Angkutan Lebaran 2025 dibanding periode yang sama 2024.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Ahmad Syaugi Shahab mengatakan dari 21-24 Maret 2025, jumlah penumpang yang mereka layani 222.860 orang sementara pada periode angkutan Lebaran 2024 sebanyak 218.455 orang dalam 4 hari pertama.

“Selama 4 hari pelaksanaan Angkutan Lebaran, Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani 222.860 orang, yaitu 76.509 penumpang domestik dan 146.351 penumpang internasional,” ucapnya.

Kendati demikian, menurut Syaugi hal ini belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.

Baca Juga: Polda Bali Amankan 7 Pelaku Yang Diduga Paksa 3 ABG di Bali Masturbasi Sambil Direkam

“Walau belum menunjukkan lonjakan penumpang yang signifikan, tetapi secara keseluruhan jumlah penumpang pada periode lebaran tahun ini mengalami peningkatan 2 persen,“ sambung Ahmad Syaugi.

Bila dirinci, karena sedang arus mudik dan libur panjang maka terlihat sebanyak 37.748 penumpang domestik berangkat meninggalkan Bali dan 38.761 penumpang datang.

“Jika ditelusuri lebih rinci, sejak posko angkutan lebaran dibuka, menunjukkan adanya peningkatan pada lalu lintas penumpang yang berangkat meninggalkan Bali (dibanding hari biasa),” ujar Ahmad Syaugi.

Adapun jumlah tertinggi terjadi pada Senin 24 Marer 2025, dimana jumlahnya mencapai 10.849 orang yang juga merupakan angka tertinggi dari keberangkatan penumpang domestik di sepanjang Maret 2025.

Kendati ada kenaikan jumlah penumpang, namun jumlah lalu lintas pesawat selama periode angkutan Lebaran 2025 tercatat 1.428 pergerakan atau justru lebih rendah 0,1 persen dari tahun 2024, yang saat itu 1.429 pergerakan.

Baca Juga: Sekaa Teruna di Ubud Sulap Kulit Bawang Jadi Ogoh-Ogoh Ramah Lingkungan

Sedangkan dilihat dari rutenya, paling pada dalam 4 hari terakhir adalah penerbangan domestik yaitu untuk tujuan Jakarta Cengkareng, yaitu 235 pergerakan pesawat yang membawa 33.504 penumpang.

Sedangkan yang kedua ditempati rute internasional yaitu rute Singapura dengan 149 pergerakan pesawat dan 27.503 penumpang, disusul Kuala Lumpur 105 penerbangan dan 16.319 penumpang, lalu Perth 81 pergerakan pesawat dan 10.893 penumpang.

Untuk posisi kelima kembali ke penerbangan domestik yaitu rute Surabaya dengan 79 pergerakan berisi penumpang 11.696 orang.

Syaugi berharap supaya perjalanan di momentum arus mudik lebaran ini berjalan lancar, sejauh ini Bandara I Gusti Ngurah Rai juga menerapkan langkah koordinasi dengan seluruh pihak terutama ketika penanganan akibat gangguan cuaca.

“Untuk penanganan saat terjadi cuaca ekstrem, Bandara I Gusti Ngurah Rai telah melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait dan menyusun langkah-langkah mitigasi untuk memastikan operasional penerbangan dan pelayanan kepada penumpang dapat tetap berjalan dengan baik,” kata dia.

Antrean di Pelabuhan Gilimanuk Mengular

Sementara itu, arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali mulai padat pada jam-jam favorit menyebrang.

Hal ini membuat Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar (AKBP) Endang Tri Purwanto mengimbau pemudik dari Bali menuju Jawa untuk mengatur jam keberangkatan agar sampai di Pelabuhan Gilimanuk pada siang hari.

Hal ini karena saat itu penyeberangan dinilai cenderung lancar.

"Antrean cukup panjang, kendaraan pemudik biasanya terjadi malam hingga dini hari. Saat siang hari arus kendaraan yang masuk pelabuhan dan kapal lebih lancar," katanya di Negara, Kabupaten Jembrana, Selasa (25/3/2025).

Menurutnya antrean akan kembali padat pada malam hingga dini hari karena rata-rata pemudik memilih jam-jam tersebut untuk menuju Jawa, yang apabila dipecah dengan sebagian berangkat siang hari akan banyak mengurangi antrean.

"Kami tentu berharap pemudik tidak hanya dominan pada malam hari sampai di Gilimanuk. Kalau ingin tidak antre panjang, berangkatlah pada jam-jam saat arus kendaraan lancar masuk pelabuhan dan kapal, yang dari pantauan kami itu terjadi pada siang hari," katanya.

Berdasarkan pantauan di media sosial khusus situasi mudik di Pelabuhan Gilimanuk, rata-rata pemudik yang mengabarkan terjebak antrean panjang adalah mereka yang sampai pelabuhan saat malam hingga dini hari.

Sedangkan pemudik yang sampai di Gilimanuk pada siang hari mengabarkan cukup lancar masuk ke pelabuhan dan kapal, utamanya pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Berdasarkan data dari Hubungan Masyarakat PT ASDP Indonesia Ferry menyebutkan pada hari Senin (24/3) sebanyak 53 ribu lebih penumpang yang menyeberang dari Bali menuju ke Jawa.

Penumpang itu terbagi dalam berbagai jenis kendaraan baik sepeda motor, mobil kecil, bus dan truk yang mencapai 16.480 unit yang dilayani 30 armada kapal.

Sebagaimana tahun sebelumnya pemudik yang menyebrang melalui Pelabuhan ini didominasi kendaraan sepeda motor.

Dimana yang pada hari senin, jumlahnya mencapai 9.531 unit yang menyeberang dari Bali ke Jawa. (ANTARA)

Load More