SuaraBali.id - Pemangkasan anggaran perjalanan dinas kementerian/lembaga pusat diminta ditinjau ulang oleh Pemprov NTB. Pasalnya, berdampak terhadap wisata di wilayah tersebut.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaludin Malady unjungan tamu ke hotel-hotel di Nusa Tenggara Barat sebagian besar ditopang oleh kegiatan pariwisata untuk bisnis atau dikenal istilah meetings, incentives, conferences, dan exhibition (MICE).
"Jumlah kunjungan wisatawan menjadi berkurang ke Nusa Tenggara Barat..., mudah-mudahan pemotongan anggaran perjalanan dinas 50 persen ditinjau kembali, mungkin Januari 2025," ujarnya di Mataram, Senin (2/12/2024).
Menurut Jamaluddin, pelaku industri perhotelan mengharapkan 60-70 persen dari kegiatan pemerintah, sedangkan sisanya sekitar 40-30 persen bergantung terhadap pihak agen perjalanan yang membawa tamu ke hotel.
Adanya kebijakan pemangkasan anggaran perdin tersebut diberlakukan oleh pemerintah pusat per 7 November 2024, ada belasan agenda MICE batal digelar di Nusa Tenggara Barat.
Selain itu pembatalan agenda MICE juga memukul industri turunan yang menyuplai makanan-minuman bagi perhotelan, seperti sektor pertanian, peternakan, maupun perikanan.
Jamaluddin mengatakan hal serupa juga pernah dilakukan Presiden Jokowi dengan melarang ASN untuk mengadakan rapat di hotel. Namun, kebijakan itu tidak lama hanya sekitar 3-4 bulan.
"Pemotongan perjalanan dinas sangat berpengaruh bagi NTB. Padahal rata-rata akhir tahun pada Oktober dan November, kementerian/lembaga biasanya melaksanakan MICE atau rapat akhir tahun di Lombok. Beberapa kementerian dan BUMN membatalkan kegiatan MICE," pungkasnya.
Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah kumulatif tamu menginap pada hotel bintang maupun non-bintang yang ada di Nusa Tenggara Barat mencapai 1,77 juta orang per Oktober 2024.
Baca Juga: Update Quick Count Pilkada NTB 2024, Iqbal Dinda Sementara Unggul
Sebanyak 52,27 persen atau setara 925.497 orang menginap di hotel bintang, sedangkan sisanya 47,73 persen atau sekitar 845.097 orang menginap di hotel non bintang.
Jumlah tamu menginap paling banyak adalah tamu dalam negeri mencapai 1,15 juta orang, kemudian tamu luar negeri hanya sebanyak 612.228 orang. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!
-
Balon Gas Meledak Saat Perayaan Hari Koperasi di Bali, 11 Orang Terluka