SuaraBali.id - Pekerjaan musiman jelang pilkada turut dirasakan manfaatnya oleh ibu rumah tangga di Jembrana, Bali. Mereka menjadi tenaga pelipat dan penyortir surat suara dalam rangkaian Pilkada Serentak 2024.
Ada sebanyak 40 orang yang direkrut oleh KPU Jembrana, mayoritas adalah IRT, mendapatkan upah antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari.
Salah seorang tenaga pelipat bernama Mas Suastini mengaku bersyukur atas kesempatan ini. “Dengar ada peluang, langsung daftar,” ujarnya saat ditemui beritabali.com – jaringan suara.com di gudang penyimpanan logistik KPU Jembrana, Selasa (29/10/2024).
Suastini berujar bahwa pekerjaan ini membantu perekonomian keluarga. Setiap lembar surat suara dihargai seratus rupiah, dan dalam satu hari dirinya bisa melipat hingga satu kotak berisi 2.000 lembar surat suara.
"Kalau gercep dan teliti bisa lebih dari satu kotak, hasilnya juga lebih besar. Ya, ini rezeki di musim Pilkada," tambahnya.
Sedangkan Ayu Mahayoni (36), warga Kelurahan Banjar Tengah, juga antusias berpartisipasi sebagai tenaga pelipat. Ia mengungkapkan, tambahan penghasilan ini membantu biaya dapur dan kebutuhan anak sekolah.
“Daripada di rumah, mending ada tambahan uang dapur dan bekal anak sekolah,” ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto