SuaraBali.id - Layanan internet nirkabel berkecepatan tinggi kini bisa dimanfaatkan warga di Bali dan Nusa Tenggara. Layanan internet ini adalah salah satu solusi internet cepat bagi keluarga dan usaha kecil-menengah (UKM) tanpa memerlukan instalasi kabel yang rumit atau biaya besar.
Layanan ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan akan internet yang hemat dan cepat di daerah yang belum terjangkau jaringan kabel atau fiber optic.
Penyedia internet tanpa kabel ini salah satunya adalah Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Indosat HiFi.
Layanan HiFi Air, ini memanfaatkan teknologi Fixed Wireless Access (FWA), yang memungkinkan pengguna terhubung langsung ke internet tanpa perlu kabel fisik.
Pengguna dapat mengaktifkan modem WiFi sendiri, tanpa bantuan teknisi dan tanpa biaya instalasi tambahan.
Layanan ini didukung oleh jaringan 4.5G+ dari Indosat. Layanan 4,5G+ ini diketahui telah menjangkau lebih dari 13 juta penduduk di lebih dari 40 kota dan kabupaten di Bali dan Nusa Tenggara.
Dengan lebih dari 2.700 site 4G yang tersebar di 364 kecamatan, HiFi Air memungkinkan masyarakat di kota-kota sekunder seperti Singaraja, Tabanan, Lombok Tengah, Atambua, Soe, dan Maumere untuk menikmati internet berkualitas.
Layanan HiFi Air di Bali dan Nusa Tenggara Barat ini memungkinkan daerah terpencil di seluruh Indonesia yang memiliki keterbatasan bisa mengakses internet.
HiFi Air hadir dengan skema prabayar yang fleksibel, di mana pengguna hanya membayar sesuai kebutuhan, tanpa biaya instalasi atau langganan bulanan.
Baca Juga: Dikira Boneka Gosong, Pria di Tabanan Ini Ternyata Terbakar Saat Membakar Sampah
Langkah ini sejalan dengan misi Indosat dalam menyediakan layanan digital kelas dunia, serta menghubungkan dan memberdayakan masyarakat indonesia.
EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro mengatakan bahwa layanan ini akan tersambung ke rumah-rumah dan UKM di Bali dan Nusa Tenggara, tanpa perlu bergantung pada jaringan kabel.
“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa masyarakat di wilayah ini dapat menikmati konektivitas cepat, andal, dan efisien, sehingga mereka bisa lebih produktif, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya sebagaimana siaran pers pada Rabu (23/10/2024).
Untuk mendukung layanan HiFi Air di Bali dan Nusa Tenggara, Indosat bekerja sama dengan Huawei menghadirkan bundling modem WiFi router Huawei B636 dengan total kuota 180GB (15GB per bulan selama 12 bulan).
Sedangkan tarifnya, untuk promo hingga 31 Desember 2024, pelanggan bisa mendapatkan bundling ini hanya dengan Rp629.000 (dari harga normal Rp1.799.000).
Modem Huawei B636 mendukung teknologi 4.5G LTE Cat.13 dengan kecepatan unduh hingga 400 Mbps dan unggah hingga 200 Mbps. Modem ini juga bisa menghubungkan hingga 128 perangkat secara bersamaan. Sehingga memungkinkah digunakan keluarga besar atau UKM yang membutuhkan koneksi internet kuat dan stabil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian
-
Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali