Niat Kerja Kasar
Eksperimen mereka masih berlangsung lama sebelum akhirnya baru bisa benar-benar berbisnis pada tahun 2023. Dengan niat mereka, ‘kerja kasar’ dengan mengangkut sampah dari pedagang buah hingga mengangkut sisa makanan dari hotel-hotel mereka lakukan tanpa memungut biaya. Semua itu demi memperoleh buah dari percobaan yang mereka kembangkan itu.
“Kita coba untuk angkut-angkut dari dagang buah, yang penting misinya mengolah sampah, kita angkut for free (gratis),” ucap Ima sambil mengingat memori perjuangannya itu.
Berbagai pengalaman saat masa itu masih diingat betul oleh mereka. Ima menceritakan bagaimana mereka harus mengangkut banyaknya sampah makanan yang kebanyakan bersifat basah dari hotel-hotel. Hingga terkadang wadah mereka sampai sobek dan sampah angkutan mereka berserakan di hotel dan mereka harus membersihkannya kembali.
Baca Juga: Bali United Kembali Imbang Dengan PSS Sleman, Ini Alasan Teco
Selain itu, orangtua Ima juga sampai heran melihat anaknya bekerja dengan memunguti sampah makanan sisa saat itu.
“Kita rasain pernah kreseknya bocor, jatuh, kita harus bersih-bersih di hotel, itu zaman-zaman susah sih,” imbuhnya.
Setelahnya, Soma berkesempatan mendapatkan pendanaan hingga pembekalan untuk bisnisnya itu. Sehingga, pada tahun 2022 lalu pengembangan terus berjalan sembari laki-laki asal Klungkung itu memperdalam pengetahuannya untuk mengembangkan bisnisnya ke depan. Sampai akhirnya saat mereka sepakat untuk membentuk bisnis berupa jasa pengolahan sampah makanan pada tahun 2023. Sebuah langkah berbeda dari peternak maggot lainnya yang beternak maggot untuk dijadikan pakan ternak.
“Kalau dulu sebagian besar peternak maggot yang muncul fokusnya memproduksi maggotnya untuk jadi pakan ternak,” ujar Ima.
“Makanya kita ganti business model tidak sama dengan peternak maggot lainnya, tapi kita branding sebagai bisnis mengolah sampah makanan makanan,” imbuh perempuan asal Buleleng itu.
Baca Juga: Pasutri Asal Thailand Hendak Selundupkan Ekstasi 1,5 kilogram ke Bali
Mereka memberikan pelayanan pengangkutan sampah makanan untuk diolah di Magi Farm. Selain itu, Magi Farm juga bisa memberikan sekotak maggot siap kerja atau yang mereka sebut ‘Magi Kit’ kepada pelanggan sehingga mereka dapat mengolah sampahnya ke sana.
Berita Terkait
-
Tol di Sumatera, Kalimantan, dan Bali Dipadati Kendaraan! Ini Pemicunya
-
Apes, Dipakai Mudik Mobil Daihatsu Xenia Malah Rusak Kena Ledakan Balon Udara
-
Bali United Rebutan Dapat Jordi Amat dengan Raksasa Liga 1 Indonesia?
-
7 Potret Anita Hara Menikah dengan Jeson Siregar di Nusa Dua Bali
-
Bandara Ngurah Rai Tutup Total saat Nyepi 2025: Catat Jadwalnya!
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
5 Restoran di Bali yang Cocok Untuk Acara Makan Bersama Keluarga
-
Thai Lion Air Kini Terbang dari Bali ke Bangkok, Jadwalnya 4 Kali Seminggu
-
Arus Balik dari Jawa ke Bali Mulai Meningkat, Akhir Pekan Diprediksi Jadi Puncaknya
-
7 Kolam Renang di Bali Murah Untuk Liburan Anak-anak
-
Dulu Turis Langsung ke Gili Trawangan, Kini Senggigi Dibidik: NTB Ubah Strategi Pariwisata