Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Selasa, 24 September 2024 | 07:37 WIB
Aktivitas pengolahan sampah makanan di Magi Farm, Bali. (Suara.com/Putu Yonata Udawananda)

Niat Kerja Kasar

Eksperimen mereka masih berlangsung lama sebelum akhirnya baru bisa benar-benar berbisnis pada tahun 2023. Dengan niat mereka, ‘kerja kasar’ dengan mengangkut sampah dari pedagang buah hingga mengangkut sisa makanan dari hotel-hotel mereka lakukan tanpa memungut biaya. Semua itu demi memperoleh buah dari percobaan yang mereka kembangkan itu.

“Kita coba untuk angkut-angkut dari dagang buah, yang penting misinya mengolah sampah, kita angkut for free (gratis),” ucap Ima sambil mengingat memori perjuangannya itu.

Berbagai pengalaman saat masa itu masih diingat betul oleh mereka. Ima menceritakan bagaimana mereka harus mengangkut banyaknya sampah makanan yang kebanyakan bersifat basah dari hotel-hotel. Hingga terkadang wadah mereka sampai sobek dan sampah angkutan mereka berserakan di hotel dan mereka harus membersihkannya kembali.

Baca Juga: Bali United Kembali Imbang Dengan PSS Sleman, Ini Alasan Teco

Selain itu, orangtua Ima juga sampai heran melihat anaknya bekerja dengan memunguti sampah makanan sisa saat itu.

“Kita rasain pernah kreseknya bocor, jatuh, kita harus bersih-bersih di hotel, itu zaman-zaman susah sih,” imbuhnya.

Setelahnya, Soma berkesempatan mendapatkan pendanaan hingga pembekalan untuk bisnisnya itu. Sehingga, pada tahun 2022 lalu pengembangan terus berjalan sembari laki-laki asal Klungkung itu memperdalam pengetahuannya untuk mengembangkan bisnisnya ke depan. Sampai akhirnya saat mereka sepakat untuk membentuk bisnis berupa jasa pengolahan sampah makanan pada tahun 2023. Sebuah langkah berbeda dari peternak maggot lainnya yang beternak maggot untuk dijadikan pakan ternak.

“Kalau dulu sebagian besar peternak maggot yang muncul fokusnya memproduksi maggotnya untuk jadi pakan ternak,” ujar Ima.

“Makanya kita ganti business model tidak sama dengan peternak maggot lainnya, tapi kita branding sebagai bisnis mengolah sampah makanan makanan,” imbuh perempuan asal Buleleng itu.

Baca Juga: Pasutri Asal Thailand Hendak Selundupkan Ekstasi 1,5 kilogram ke Bali

Mereka memberikan pelayanan pengangkutan sampah makanan untuk diolah di Magi Farm. Selain itu, Magi Farm juga bisa memberikan sekotak maggot siap kerja atau yang mereka sebut ‘Magi Kit’ kepada pelanggan sehingga mereka dapat mengolah sampahnya ke sana.

Load More