SuaraBali.id - Upacara potong gigi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan metatah atau mepandes, merupakan salah satu tradisi sakral yang sangat penting dalam masyarakat Hindu Bali.
Lebih dari sekadar ritual adat, upacara ini sarat akan makna filosofis yang mendalam tentang kehidupan manusia.
Secara simbolis, upacara potong gigi menandai peralihan seseorang dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan.
Enam gigi yang dipotong atau diratakan melambangkan enam musuh dalam diri manusia yang harus dikendalikan, yaitu:
Baca Juga: Alasan Titip Barang di Rumah Warga Jimbaran, Bule Rusia Ini Malah Tak Mau Disuruh Pergi
- Kama: Keinginan atau nafsu
- Kroda: Kemarahan
- Lobha: Ketamakan
- Moha: Kebingungan atau kebodohan
- Mada: Mabuk atau ketergantungan
- Matsarya: Iri hati
Dengan memotong gigi-gigi tersebut, diharapkan individu yang menjalani upacara dapat mengendalikan hawa nafsu dan emosi negatif, sehingga mampu menjalani kehidupan yang lebih tenang dan bijaksana.
Selain itu upacara potong gigi juga dipandang sebagai upaya untuk menemukan hakikat manusia yang sejati.
Melalui ritual ini, seseorang diharapkan mampu melepaskan diri dari belenggu sifat-sifat rendah dan mencapai tingkat spiritual yang lebih tinggi.
Upacara potong gigi tidak hanya memiliki makna individual, tetapi juga menyangkut hubungan spiritual dengan keluarga dan leluhur. Melalui upacara ini, seseorang diharapkan dapat memperkuat ikatan batin dengan keluarganya dan melanjutkan tradisi leluhur.
Prosesi Upacara
Baca Juga: Lumpia Bumbu Tauco Khas Bali, Jajan Pantai Yang Mudah Cara Membuatnya
Upacara potong gigi biasanya dilakukan oleh seorang pedanda (pendeta Hindu) dan melibatkan berbagai rangkaian ritual. Prosesi ini dimulai dengan pembersihan diri, diikuti dengan pemotongan gigi, dan diakhiri dengan persembahan kepada para dewa.
Di balik upacara potong gigi, terdapat sejumlah nilai-nilai luhur yang masih relevan hingga saat ini.
Diantaranya adalah upacara ini mengajarkan pentingnya mengendalikan diri dan hawa nafsu, mendorong seseorang untuk memperdalam spiritualitas dan mencari makna hidup, memperkuat ikatan keluarga dan menghormati tradisi leluhur dan mengajarkan pentingnya hidup bermasyarakat dengan harmonis.
Upacara potong gigi di Bali bukanlah sekadar ritual adat, tetapi merupakan manifestasi dari pandangan hidup masyarakat Hindu Bali yang mendalam tentang manusia dan hubungannya dengan alam semesta.
Melalui upacara ini, seseorang diharapkan dapat mencapai kesempurnaan hidup dan menjadi manusia yang lebih baik.
Berita Terkait
-
Apes, Dipakai Mudik Mobil Daihatsu Xenia Malah Rusak Kena Ledakan Balon Udara
-
Bali United Rebutan Dapat Jordi Amat dengan Raksasa Liga 1 Indonesia?
-
7 Potret Anita Hara Menikah dengan Jeson Siregar di Nusa Dua Bali
-
Bandara Ngurah Rai Tutup Total saat Nyepi 2025: Catat Jadwalnya!
-
Nyepi Tanpa Ogoh-Ogoh? Ini Tradisi Unik yang Wajib Diketahui
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Arus Balik dari Jawa ke Bali Mulai Meningkat, Akhir Pekan Diprediksi Jadi Puncaknya
-
7 Kolam Renang di Bali Murah Untuk Liburan Anak-anak
-
Dulu Turis Langsung ke Gili Trawangan, Kini Senggigi Dibidik: NTB Ubah Strategi Pariwisata
-
Meninggal di AS Saat Nyepi, Mahasiswi Asal Buleleng Ini Sempat Pesan ke Ayah Ibu Agar Tenang
-
Dianggap Rezeki, Nelayan Kuta Panen Ikan Layur, Sekali Melaut Puluhan Kilogram