SuaraBali.id - Pedagang pada umumnya memasang harga tinggi agar keuntungan yang dihasilkan maksimal. Terlebih, jika barang dagangannya sudah mahal ketika ia beli dari tengkulak, maka mereka akan memasang harga lebih tinggi lagi.
Meski demikian, tradisi tawar menawar di Indonesia masih sangat melekat dan hampir tidak bisa dihilangkan.
Biasanya seseorang akan menawar harga sampai mendapat harga yang dianggap paling murah dan sepadan dengan kualitas barang yang dibelinya.
Umumnya pelanggan memang akan menawar dengan harga lebih rendah dari yang ditawarkan penjual.
Namun, berbeda dengan pria yang satu ini, ia justru menaikkan harga yang sudah ditawarkan oleh seorang pedagang Kanebo.
Dalam video milik Redi Toretto ini awalnya memperlihatkan seorang pria sedang duduk di atas sebuah motor.
Pria ini terlihat sedang berada di parkiran motor pusat perbelanjaan di Seminyak. Saat hendak mengendarai motornya, tiba-tiba ada seorang penjual Kanebo yang melintas di depannya.
Setelah melihat pedagang itu, ia kemudian bertanya mengenai harga Kanebo yang dijual pedagang tersebut.
“Berapa harga Kanebonya,?” ungkap pria tersebut.
Baca Juga: Resep Warisan Keraton: Kisah Pak Ari Hangatkan Wisatawan dari Dinginnya Udara Kintamani
“Rp 60 ribu,” jawab penjual.
“Rp 70 ribu saya beli deh,” sahut pria itu.
“Nggak boleh,” jawab penjual.
“Kok Nggak boleh Rp 70 ribu,” ujar pria tersebut.
Uniknya, pria ini justru menaikkan harga jual yang ditawarkan oleh pedagang Kanebo tersebut. Namun sayangnya, pedagang kanebo ini menolak dan tidak mau barang dagangannya dibeli dengan harga mahal.
“Kalau Rp 40 ribu boleh?,” tanya pria tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG