Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 12 Juli 2024 | 18:31 WIB
Pesona Desa Pinggan, Kintamani, Bali [Tiktok/@krizdiiii]

Terjadi banjir lahar dan penyakit campar serta disentri dimana mana yang sudah pasti membuat penderitaan dan kematian rakyat.

Para penasihat dan patih yang menentang pernikahan raja ini menjelaskan jika Para Betara Dewa juga menentang perkawinan itu dengan memperlihatkan angkara murkanya.

Raja pun memanggil Menteri-menterinya untuk rapat menangani bencana tersebut. Ditengah rapat hadirlah Puteri Kang Cing Wie yang atas perkenan pengawal mendatangi Raja dan berbisik dalam telinga Raja agar rakyat Kintamani segera dipindahkan ke desa yang diberi nama Ping An (Bahasa Tionghoa) yang artinya selamat.

Ajaibnya, rakyat yang pindah ke desa Ping An semuanya selamat. Kini orang Bali menyebutnya dengan Pinggan, lantaran lebih mudah diucapkan.

Baca Juga: Akhir Sebuah Era, Spasojevic Tinggalkan Bali United Sebagai Topskorer Sepanjang Masa

Keputusan raja yang mendapatkan bisikan Ratu Kang Cing Wie membuat rakyat Bali semakin menyukai ratu.

Untuk merealisasikan cintanya pada Puteri Kang Cing Wie, Raja membangun Pura yang dinamakan Pura Dalem Balingkang di Desa Pinggan.

Saat ini, Pura Dalem Balingkang sebagai Linggih Ratu Mas Ayu Subandar tempat sembahyang orang Chinese Bali meminta karunia dari Ratu atau permaisuri Kang Cing Wie.

Kontributor : Kanita

Baca Juga: Bule Inggris Naik HRV Diduga Mabuk Dikejar Warga Karena Tabrak Lari di Sanur

Load More