Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Rabu, 26 Juni 2024 | 19:08 WIB
Labuan bajo (Youtube/Ric snt)

Ini bukan pertama kalinya wisata halal di Labuan Bajo memicu perdebatan. Pada tahun 2019, mantan gubernur Victor B. Laiskodat dengan tegas menolak gagasan tersebut, dengan alasan dampak minimal pada jumlah wisatawan.

Meskipun ada beberapa penolakan religius dan budaya, argumen inti berputar di sekitar memastikan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif di Labuan Bajo.

Fokusnya, untuk saat ini, tetap pada pembangunan fondasi yang kuat melalui infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi lokal. (ANTARA)

Baca Juga: Rahasia Awet Roti Kompyang NTT: Tetap Lezat Berhari-hari

Load More