SuaraBali.id - Pasca kebakaran besar yang menimpa gudang elpiji yang ada di Jalan Cargo I, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Minggu (9/6/2024) hanya ada satu pasien tersisa dari total 18 korban dari kebakaran tersebut. Sementara, 17 korban lainnya telah meninggal dunia selama dirawat.
Seorang korban bernama Ahmad Tamyis Mujaki (25) itu masih bertahan meski saat ini masih dalam kondisi kritis dan perawatan intensif. Ahmad menderita luka bakar derajat 2B3 yang mengenai 72 persen dari kulitnya.
Luka bakar tersebut juga menimpa saluran napas korban. Hal tersebut menyebabkan korban harus dibantu pernapasannya dengan memasukkan selang ke saluran napasnya dan dibantu dengan menggunakan ventilator.
Pihak RSUP Prof. Ngoerah juga terus memantau kadar cairan yang ada pada tubuh korban. Terlebih, selain luka bakar yang parah, penyebab meninggalnya 17 korban tersebut juga karena gangguan cairan yang menyebabkan gangguan fungsi organ.
Baca Juga: Misturu Maruoka Jadi Pemain Baru Bali United Asal Jepang, Ini Sepak Terjangnya
Namun, kondisi Ahmad saat ini juga disebut mengalami gangguan fungsi ginjal dan sudah mendapat penanganan berupa cuci darah.
“Pada pasien ini sudah mengalami gangguan fungsi ginjal dan menjalani cuci darah. Terus kemudian kami berikan juga antibiotik untuk mencegah infeksi. Baik itu infeksi dari kulit maupun cara pemakaian alat bantu nafas,” ujar Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Prof. Ngoerah, dr. Affan Priyambodo Permana pada Kamis (20/6/2024).
Meski dalam kondisi kritis, Ahmad juga dibuat agar tidur sehingga tidak merasa gelisah. Hal tersebut juga sebagai langkah suportif dan menangani masalah yang dinilai berpotensi timbul.
“Kemudian anti nyeri dan pasien juga kami tidurkan. Kalau tidak pasien akan gelisah. Jadi, yang kami lakukan tentunya supportif dan juga menangani masalah yang timbul,” tuturnya.
Sementara itu, total 17 korban meninggal dunia pada rentangan waktu beberapa saat setelah dilarikan ke rumah sakit pada Minggu (9/6/2024) hingga yang terbaru pada Rabu (19/6/2024) kemarin.
Baca Juga: Setelah 23 Tahun, Monumen Bajra Sandhi Akhirnya Dibersihkan Secara Khusus
Sebanyak 16 korban meninggal dunia di RSUP Prof. Ngoerah, sementara 1 orang meninggal di RSUD Wangaya Denpasar.
Berita Terkait
-
Bali United Incar 4 Pemain Timnas Indonesia yang Segera Habis Kontrak di Klub Luar Negeri
-
Media Malaysia: Jordi Amat Diincar 2 Klub Indonesia
-
Media Malaysia Ribut Pemain Keturunan Indonesia-Spanyol Diincar Persib Bandung dan Bali United
-
Tol di Sumatera, Kalimantan, dan Bali Dipadati Kendaraan! Ini Pemicunya
-
Bakamla Evakuasi 12 ABK Kapal Motor Mutiara Ferindo 2 yang Terbakar di Perairan Banten
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
Terkini
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Koster Perintahkan Pasar Tradisional di Bali Berhenti Gunakan Tas Kresek Saat Berjualan
-
Waspadai Cuaca Laut Saat Arus Balik Lebaran: Gelombang di Selat Bali dan Lombok Capai Dua Meter
-
5 Restoran di Bali yang Cocok Untuk Acara Makan Bersama Keluarga
-
Thai Lion Air Kini Terbang dari Bali ke Bangkok, Jadwalnya 4 Kali Seminggu