SuaraBali.id - Seorang kakek berusia 62 tahun ditangkap Satuan Reserse Narkotika Polres Karangasem dalam gelaran OPS Antik karena penyalahgunaan narkotik.
Ia menjadi satu dari lima tersangka penyalahguna narkotika dan terancam menghabiskan masa tuanya di balik dinginnya jeruji besi.
Untuk mempertanghungjawabkan perbuatannya ia kini terancam hukuman seumur hidup karena jeratan pasal Pasal 114 (1) JO Pasal 112 Ayat (1) undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.
"Untuk INR ini usianya 62 tahun, statusnya sebagai pengedar. Dari tersangka kita amankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu-sabu dengan berat Brutto 1.02 gram," kata Kasat Narkiba Polres Karangasem, AKP Ketut Wiwin Wirahadi usai pres rilis OPS Antik Polres Karangasem pada Kamis (20/6/2024) sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suarabali.id.
Berdasarkan hasil penyelidikan sesungguhnya INR ini adalah pemain lama dan belasan tahun menjadi penyalah guna narkotik.
Ia mengaku mendapatkan barang haram tersebut dengan cara memesan lewat telepon dan mengambil dengan sistem tempelan.
Uang penjualan narkotik digunakan oleh tersangka untuk kebutuhan dirinya sendiri mengingat anak-anaknya sudah dewasa dan bekerja semuanya.
Selain itu, selama gelaran OPS Antik sejak 30 Mei hingga 15 Juni 2024 ini, Polres Karangasem juga meringkus empat tersangka lainnya di beberapa Kecamatan berbeda di Kaupaten Karangasem.
Dari total 5 tersangka yang diamankan, dua diantaranya berstatus pemakai dan tiga diantaranya adalah pengedar.
Baca Juga: Ayunan Jantra di Karangasem, Permainan Sederhana Para Gadis Tapi Sarat Makna
"INR kita juga mengamankan IKO, ZA, IGW dan IMLS di lokasi berbeda, jadi semuanya total ada 5 orang. Kebanyakan dari tersangka ini merupakan TO dari kasus - kasus sebelumnya. Untuk diketahui dari seluruh tersangka ads 3 berstatus pengedar dan 2 pemakai, juga diketahui bahwa dua tersangka diantaranya adalah residivis," terang Kapolres Karangasem, AKBP. I Nengah Sadiarta.
Dari kelima tersangka, pihak kepolisian total berasil mengamankan barang bukti sebanyak 11.59 bruto, 9,52 neto narkotika jenis sabu-sabu.
Dengan adanya pengungkapan kasus ini, Sadiarta mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa
-
5 Warga Tersangka Pembunuhan Pria Diduga Curi Ayam di Tabanan
-
Ayah Korban Pengeroyokan Usai Dituduh Curi Ayam Tinggalkan Tiga Anak
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai
-
Guru SD di Buleleng Diduga Cabuli Murid, Polisi Lakukan Penyelidikan