SuaraBali.id - Wali Kota Kupang Kupang periode 2012—2017 Jonas Salean diperiksa selama kurang lebih sembilan jam oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT terkait kasus dugaan korupsi pengalihan aset Pemda Kabupaten Kupang senilai Rp5,9 miliar.
Seusai diperiksa oleh penyidik, Jonas Salean tak ditahan dan pulang.
“Habis pemeriksaan saya disuruh pulang," katanya, Rabu (5/6/2024).
Jonas diperiksa mulai dari pukul 09.00 WITA hingga pukul 17.50 WITA dengan sejumlah pertanyaan dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret namanya tersebut.
Baca Juga: Cegah Aksi Koboy, Polres Kupang Tarik Senajata dari Anggota yang Sedang Terganggu
Menurutnya, ada banyak sekali pertanyaan yang diajukan kepadanya berkaitan dengan kejelasan status tanah yang bermasalah tersebut di Jalan Veteran Kota Kupang.
Luas tanah tersebut mencapai 420m2 sesuai dengan sertifikat hak milik Nomor: HM 00839 – Fatululi dan Surat Ukur Nomor:85/Fatululi/2013.
"Banyak pertanyaan tetapi hanya untuk memperjelas status tanah itu saja," ujar dia.
Kepala Seksi Penerangan Umum Kejati NTT, A.A Raka Dharmawan mengatakan pemeriksaan Jonas Salean ini terkait dugaan kasus korupsi pengalihan aset tanah, yang berkaitan dengan tersangka lain.
"Masih sebagai saksi saja statusnya saat diperiksa penyidik," tambah dia.
Baca Juga: Cerita Nelayan Sulteng Setelah Sebulan Ditangkap di Australia Karena Cari Teripang
Jonas sendiri sempat dilayangkan surat panggilan sebanyak tiga kali, namun panggilan tersebut tidak diindahkan oleh Jonas.
Dipanggilan pertama dan kedua alasannya karena sedang menjalankan tugas sebagai anggota Komisi III DPRD NTT, sementara pemanggilan ketiga dirinya sedang berada di Jakarta.
Di pemanggilan ketiga hanya istrinya saja yang memenuhi panggilan tersebut dan diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sama. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik Bisa Kena Pasal Korupsi
-
Izinkan Mobil Dinas untuk Mudik, Wali Kota Depok Bisa Diperiksa dalam Kasus Korupsi
-
Jaringan Predator Seks Anak di NTT: Sosok VK Diduga Jadi 'Makelar' Eks Kapolres Ngada!
-
Kritik Keterlibatan Ketua KPK di Danantara, PUKAT UGM: kalau Terjadi Korupsi Mau Bagaimana?
-
CEK FAKTA: Benarkah Keluarga Jokowi Terlibat Korupsi Pertamina?
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Meninggal di AS Saat Nyepi, Mahasiswi Asal Buleleng Ini Sempat Pesan ke Ayah Ibu Agar Tenang
-
Dianggap Rezeki, Nelayan Kuta Panen Ikan Layur, Sekali Melaut Puluhan Kilogram
-
Obat Rindu di Balik Jeruji: Lapas Lombok Barat Sediakan Video Call Gratis untuk Warga Binaan
-
Setelah Lebaran Harga Ayam dan Cabai di Bali Mulai Alami Penurunan
-
Pemudik dari Bali Jadi Korban Ledakan Petasan Balon Udara yang Diterbangkan Anak-anak