SuaraBali.id - Lulusan SD di Kota Denpasar yang tidak diterima atau tertampung di SMP Negeri dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2024/2025 akan mendapatkan subsidi sebesar Rp 1 Juta.
Hal ini dikatakan oleh Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan subsidi sebesar Rp1 juta per siswa itu untuk mensubsidi uang pembangunan bagi lulusan SD dengan kartu keluarga (KK) Denpasar yang tidak dapat diterima di SMP Negeri.
"Ini merupakan langkah strategis dari Pemerintah Kota Denpasar untuk mengayomi lulusan SD yang mencari SMP Negeri, namun mereka tidak tertampung," ucapnya, Sabtu (1/6/2024).
Saat ini berdasarkan data Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, tercatat pada tahun pelajaran ini jumlah tamatan SD sebanyak 14.398 siswa.
Dari 14.398 siswa tersebut, yang mengantongi KK Denpasar sebanyak 9.133 siswa, sedangkan dengan KK luar Denpasar sebanyak 5.265 siswa. Untuk daya tampung SMP Negeri tercatat sebanyak 5.240 siswa.
Berdasarkan data tersebut, jadi terdapat potensi sebanyak 3.893 siswa lulusan SD dengan KK Denpasar yang tidak dapat tertampung di SMP Negeri pada tahun pelajaran 2024/2025.
"Kami sudah anggarkan Rp4 miliar lebih di Anggaran Perubahan 2024 dan itu arahan dari Pak Wali Kota langsung," ujarnya.
Subdisi uang pembangunan atau uang pangkal tersebut bukan berarti diterima oleh seluruh siswa dengan KK Denpasar yang masuk di SMP swasta pada tahun ajaran baru ini.
Tetapi, khusus bagi mereka yang sebelumnya sudah berusaha mendaftar di SMP negeri, namun tidak lolos atau tidak dapat tertampung.
Baca Juga: Golkar Siapkan Adik Arya Wedakarna Dan Gde Oka Maju di Pilkada Denpasar
"Karena belum tentu juga semua tamatan SD yang ber-KK Denpasar itu berkeinginan mendaftar di SMP Negeri. Bisa juga mereka memang dari awal sengaja mendaftar ke SMP swasta yang favorit, memang tidak mendaftarkan anaknya di sekolah negeri maupun alasan lainnya. Subsidi ini agar tepat sasaran," katanya.
Untuk mendapatkan subsidi tersebut pada dasarnya harus melampirkan bukti form pendaftaran ke SMP Negeri, namun tidak terima, serta menyampaikan mendaftar ke SMP swasta yang mana.
Selanjutnya, dari data yang telah terkumpul itu, subsidi akan ditransfer dalam bentuk Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ke sekolah atau SMP swasta yang bersangkutan.
"Misalnya, di SMP PGRI 1 Denpasar ada 100 siswa, SMP PGRI 2 Denpasar ada 200 siswa. Misalnya seperti itu, jadi 100 dikalikan Rp1 juta ke SMP PGRI 1 Denpasar dan 200 kali Rp1 juta ke SMP PGRI 2," ujarnya.
Ia menambahkan terkait dengan sistem PPDB tahun pelajaran 2024/2025, masih sama menggunakan sistem secara daring (online) dan pekan lalu persiapannya sudah dimatangkan. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Ajak Masyarakat Stop Beri Stigma Negatif
-
Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat