SuaraBali.id - Tradisi dan kepercayaan-kepercayaan yang terkadang tidak bisa dilogika masih terus tumbuh di tengah masyarakat. Seperti contohnya percaya dengan mitos sebuah benda yang bisa mengabulkan permohonan.
Salah satu contohnya kepercayaan akan Batu Kapong yang berada di Pura Gunung Baleku, di Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, NTB.
Pura tersebut merupakan Petilasan dari Dang Hyang Nirartha. Terkenal dengan area utamanya yang dihiasi tiga banjar, dimana terdapat suatu objek yang sangat disakralkan.
Objek tersebut adalah Batu Kapong. Menurut kepercayaan yang berkembang di sekitar pura, Batu Kapong tersebut memiliki kekuatan magis yang luar biasa.
Baca Juga: Kesal dan Cemburu, Seorang Pria Tega Tikam Perut Mantan Istri Hingga Tewas
Konon, siapapun yang mampu memeluk Batu Kapong tersebut hingga jari tangan kanan dan kiri bertemu satu sama lain pada sebuah lubang yang ada di belakang batu, maka apa yang didoakan akan terkabulkan.
Bahkan, masyarakat sekitar menjadi saksi bahwa hal itu bukan sekedar mitos biasa. Pasalnya, sudah banyak orang yang datang memohon dan terkabul setelah sembahyang serta memeluk Batu Kapong tersebut.
Meski apa yang dilakukan terlihat mudah, lantaran hanya memeluk sebuah batu. Namun nyatanya tidak semua orang bisa melakukannya.
Tidak semuanya mampu memeluk Batu Kapong ini hingga benar-benar menyentuh lubang dan jari kedua tangan.
Menurut cerita, ada pula orang yang berbadan besar justru tidak sanggup memeluk batu tersebut. Sementara itu, orang yang bertubuh kecil mungil justru berhasil memeluk dan menyentuh ujung jarinya.
Baca Juga: Dokter di Mataram Hilang Setelah Perahunya Terbalik Dihantam Ombak
Hal ini pun viral di media sosial, seperti yang diunggah oleh akun @denpasarnow yang diunggah pada Kamis (2/5/2024). Video unggahan dari @artawiguna_1 ini mengundang banyak komentar dari warganet.
Berita Terkait
-
Pedasnya Bikin Nagih, Ini 5 Kuliner Lombok yang Wajib Kamu Coba saat Liburan
-
Mobil Vs Motor di Lombok Timur: 1 Orang Tewas
-
99 Persen Mahasiswa Poltekpar Lombok Incar Kerja di Luar Negeri, Wamenpar Dukung, Tapi...
-
CEK FAKTA: Klaim Garam Himalaya Dapat Meredakan Asam Lambung
-
ASN Lombok Utara Diduga Jadi Korban Pemerasan Polisi, Arie Kriting Buka Suara
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Meninggal di AS Saat Nyepi, Mahasiswi Asal Buleleng Ini Sempat Pesan ke Ayah Ibu Agar Tenang
-
Dianggap Rezeki, Nelayan Kuta Panen Ikan Layur, Sekali Melaut Puluhan Kilogram
-
Obat Rindu di Balik Jeruji: Lapas Lombok Barat Sediakan Video Call Gratis untuk Warga Binaan
-
Setelah Lebaran Harga Ayam dan Cabai di Bali Mulai Alami Penurunan
-
Pemudik dari Bali Jadi Korban Ledakan Petasan Balon Udara yang Diterbangkan Anak-anak