SuaraBali.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan pengecekan ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (4/4/2024).
Pengecekan tersebut untuk memantau kesiapan arus mudik di pelabuhan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali itu.
Budi menjelaskan jika Pelabuhan Gilimanuk menurutnya adalah salah satu dari tiga lokasi yang arus mudiknya harus dipantau secara khusus. Selain Gilimanuk, Budi juga menyebut tempat lainnya seperti Pelabuhan Merak dan Tol Cipali.
“Kapolri mengajak saya ke sini karena ini (Gilimanuk) adalah tempat ketiga kita mapping sebagai tempat yang perlu diamati secara khusus, setelah (Tol) Cipali, (Pelabuhan) Merak, dan di sini,” ujar Budi saat ditemui di lokasi, Kamis (4/4/2024).
Dari pemeriksaannya, Budi menilai jika hasilnya relatif baik. Hal tersebut didukung dengan adanya penambahan fasilitas seperti dermaga, kapal, dan penambahan tiket online.
Namun, dia menekankan terkait potensi cuaca buruk yang kerap terjadi di Selat Bali. Dia menyebut sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait hal tersebut.
Dari pantauan suarabali.id, pada H-6 Lebaran ini arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk terpantau padat lancar. Tidak terlihat antrean yang mengular hingga ke luar areal pelabuhan. Puncak arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk memang baru diprediksi tiba pada H-4 atau H-3 Lebaran.
Untuk mengantisipasi kepadatan pada periode puncak arus mudik itu juga, Budi menjelaskan jika pihaknya akan melarang operasi truk besar di Pelabuhan Gilimanuk mulai H-2 Lebaran. Namun, hanya truk sembako yang diperbolehkan melintas.
“Sudah disampaikan tidak (beroperasi). Jadi kita sudah lakukan dalam kurun waktu tertentu tidak diperbolehkan, tapi truk sembako boleh,” ujarnya.
Baca Juga: Wisatawan yang Datang ke Bali Saat Lebaran Selalu Naik Setiap Tahun
Sementara itu, Kapolri yang sempat bertemu dengan pemudik juga merasa senang karena pemudik melakukan imbauan untuk mudik lebih awal. Hal tersebut memang diharapkan untuk mengantisipasi krodit di pelabuhan jika semua pemudik berangkat bersamaan.
“Saya kira menjadi bagus (mudik lebih awal) untuk mengurangi potensi puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi di H-4 atau H-3 dan kemungkinan juga bisa H-5. ,” tutur Listyo pada saat yang sama.
Arus puncak mudik di Pelabuhan Gilimanuk diprediksi terjadi pada Sabtu (6/4/2024) atau Minggu (7/4/2024). Hal tersebut dikarenakan sudah mulainya periode libur Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Menembus Tembok Longsor: Drama Penyelamatan Ibu Hamil di Jantung Flores yang Terisolasi
-
Bikin Elus Dada! Upah Kupas Bawang di Lombok, Dari Pagi Sampai Malam Cuma Rp500 per Kg
-
Ingin Nonton MotoGP Mandalika Plus Dapat Gaji? 2.500 Posisi Relawan Resmi Dibuka
-
Imbas Gempa NTT, Dua Lokasi Wisata di Manggarai Ditutup
-
Terjadi Gempa Bumi Flores, BRI Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak