Anak yang ikut pada saat kampanye Anies di Mataram dan dipakaikan bendera partai. [SuaraBali.id/Buniamin]
“Kami turun. Anak-anak kami temukan. Setelah kami kasih tau tidak boleh dan mereka mencopot atributnya. Ada yang pakai seragam SD,” sebutnya.
Menurut Hasan, pintu masuk lokasi kampanye tidak ada pembatas maka anak-anak tersebut masuk dari sebelah barat dan timur. Dengan begitu, tidak bisa diawasi semuanya.
Langkah lain yang dilakukan yaitu dengan memberikan himbauan secara rutin kepada massa kampanye melalui pengeras suara agar tidak membawa anak-anak atau menjauhkannya dari panggung utama.
Himbauan tersebut secara tertulis dan sudah diinformasikan kepada tim kampanye daerah (TKD) sebelum pelaksanaan kampanye.
Kontributor: Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo