Anak yang ikut pada saat kampanye Anies di Mataram dan dipakaikan bendera partai. [SuaraBali.id/Buniamin]
“Kami turun. Anak-anak kami temukan. Setelah kami kasih tau tidak boleh dan mereka mencopot atributnya. Ada yang pakai seragam SD,” sebutnya.
Menurut Hasan, pintu masuk lokasi kampanye tidak ada pembatas maka anak-anak tersebut masuk dari sebelah barat dan timur. Dengan begitu, tidak bisa diawasi semuanya.
Langkah lain yang dilakukan yaitu dengan memberikan himbauan secara rutin kepada massa kampanye melalui pengeras suara agar tidak membawa anak-anak atau menjauhkannya dari panggung utama.
Himbauan tersebut secara tertulis dan sudah diinformasikan kepada tim kampanye daerah (TKD) sebelum pelaksanaan kampanye.
Kontributor: Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya