SuaraBali.id - Keturunan atau anak menjadi salah satu yang dinantikan setiap pasangan suami istri. Pernikahan mereka dirasa kurang lengkap jika tak ada anak ditengah-tengahnya.
Namun, memiliki keturunan juga tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, semua adalah kehendak Tuhan.
Manusia sebagai makhkluknya hanya bisa berusaha semaksimal mungkin. Masyarakat Bali rupanya memiliki cara unik dan mendalam untuk memohon diberikan keturunan, yaitu dengan mengunjungi pura.
Namun tak sembarang pura, di Bali ada beberapa Pura yang memang dikhususkan bagi orang-orang yang ingin mendapatkan keturunan.
Umumnya, pura-pura yang dikhususkan untuk memohon keturunan ini ditandai dengan kehadiran pelinggih Lingga-Yoni yang melambangkan kesuburan.
1. Pura Kepuh Kembar
Pura Kepuh Kembar ini terkenal memiliki aura magis yang tinggi. Pura ini diperuntukkan bagi pasangan suami istri yang belum memiliki keturunan. Lokasinya berada di Banjar Belulang, Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung.
Pura ini sebagai tempat pemujaan Ida Sang Hyang Widhi dengan berbagai manifestasinya dan Ida Batara yang melinggih atau bestana di tempat suci ini diyakini sebagai tempat memohon atau nunas keturunan.
2. Pura Geger Dalem Pemutih
Baca Juga: Makna Mebayuh Oton dalam Keyakinan Ajaran Hindu
Pura Geger Dalem Pemutih sebagai tempat untuk memohon kesuburan, keselamatan, kerahayuan, serta untuk menggelar nangluk merana. Lokasinya berada di Jalan Pura Geger, Desa Adat Peminge, Nusa Dua, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
3. Pura Pajenengan Tap Sai
Di dalam Pura Pajenengan Tap Sai ini terdapat Lingga Yoni yang diyakini membawa berbagai anugerah, termasuk mempermudah mendapatkan keturunan. Lokasinya berada di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem.
4. Pura Siwa
Jika ingin berkunjung kesini, kalian harus menyusuri Kawasan hutan terlebih dahulu. Lokasinya berada di Banjar Margasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan. Pura ini memiliki patung Siwa setinggi 10 meter. Pura Siwa menjadi tempat memohon keturunan, meditasi dan memohon kesembuhan.
Kontributor: Kanita Auliyana Lestari
Berita Terkait
-
Laurin Ulrich Bicara Soal Masa Depan, Singgung Bela Timnas Indonesia?
-
Prabowo Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bali, Bukan karena Stok Menipis
-
Mau Liburan Natal dan Akhir Tahun Makin Berkesan? Ini Pilihan Aktivitas Seru di Bali
-
Tiga Srikandi TelkomGroup Bagikan Perspektif Kepemimpinan Perempuan di Bali Tech Week 2026
-
Sampah Plastik Bali Tak Cukup Diatasi dengan Memilah, Ini Masalah di Balik Daur Ulang
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN