SuaraBali.id - Kejadian nahas terjadi di RT 005/RW 002, Desa Benus, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Seorang istri setengah baya bernama Antonia Koa (51), tega membacok suaminya dengan parang akhir pekan lalu.
Suaminya tersebut Martinus Kefi (53) yang dianiaya di dalam kamar di rumah mengalami luka berat dan harus dirawat intensif di rumah sakit.
Saksi yang melaporkan kasus ini adalah anaknya yang masih remaja bernama Maria Rosa Mustika Kefi (18), anak korban.
Saat itu ia dan pelaku mengaku kalau ia sementara tidur di kamarnya dan mendengar suara teriakan korban yang juga ayahnya dari kamar yang berbeda.
Begitu mendengar teriakan ia langsung bergegas ke kamar ayahnya. Dan saat masuk, Maria mendapati pelaku yang juga ibu kandungnya tengah memegang sebilah parang yang menghujam kepada suaminya.
Maria dan korban berusaha merampas parang dari tangan pelaku dan korban pingsan berlumuran darah. Maria kemudian ke rumah Joao Kefi yang tidak jauh dari rumah korban untuk melaporkan kejadian ini.
Joao Kefi kemudian mencari bantuan kendaraan dan membawa korban ke rumah sakit.
Sehari sebelum kejadian pembacokan ini, sempat ada keributan antara Maria dan pelaku karena pelaku mengambil uang Rp 60.000 yang disimpan di atas bak air kamar mandi.
Saksi lain Dominggas Kefi mengaku mendapat telepon dari Maria kalau pelaku membacok korban menggunakan sebilah barang sebanyak 3 kali.
Dominggas bergegas ke rumah korban untuk melihat langsung kejadian tersebut. Namun tak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa melihat korban yang sudah banyak mengeluarkan darah dan tidak sadarkan diri.
Korban dievakuasi dengan mobil pickup ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Korban saat ini telah dirawat di RSUD Kefamenanu Kabupaten TTU.
"Akibat dibacok istrinya, korban mengalami luka robek di bagian dahi sebelah kanan, tangan sebelah kanan dan leher bagian kanan bawah telinga," ujar Kapolsek Miomaffo Timur, Ipda Aris Salama, SH saat dikonfirmasi Selasa (14/11/2023) sebagaimana dilansir digtara.com – jaringan suarabali.id.
Kapolsek menyebutkan kalau saat kejadian, korban tidak dapat menyelamatkan diri karena pada saat itu korban sementara tidur.
Terlapor diketahui menganiaya korban menggunakan sebilah parang yang mengakibatkan korban mengalami pendarahan akibat luka robek diduga karena merasa sakit hati akibat keributan yang terjadi dengan anaknya dan melampiaskan rasa sakit hati tersebut ke suami/korban.
Namun diduga kemungkinan ada masalah lain yang sampai saat ini belum terselesaikan antara terlapor dan korban.
Berita Terkait
-
Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal
-
Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen
-
Gegara Karhutla hingga Banjir Sumatra, Suahasil Tambah Anggaran TKD 2026 Jadi Rp 720 T
-
Dugaan Penganiayaan Nelayan hingga Tewas di Polsek Kajang, 4 Polisi Diadukan ke Mabes
-
Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern