SuaraBali.id - Upaya penindakan terhadap pemasangan alat peraga kampanye (APK) sebelum masa kampanye Pemilu 2024 di Denpasar resmi dimulai. Dalam hal ini Badan Pengawas Pemilu Kota Denpasar bersama Komisi Pemilihan Umum Kota Denpasar dan jajaran pemerintah kota setempat akan menyamakan persepsi terkait hal tersebut.
Anggota Bawaslu Kota Denpasar I Gusti Ngurah Agung Panji Negara Kelakan, Senin (7/11/2023) mengatakan penyamaan persepsi ini terkait penindakan APK dalam masa setelah penetapan daftar calon tetap (DCT) namun sebelum kampanye dimulai (4-27 November 2023).
"Bawaslu Denpasar bersama dengan Pemkot, KPU, Polresta, Kejari, Satpol PP, Kesbangpol, serta jajaran kecamatan akan bertemu dalam waktu secepatnya untuk menyamakan persepsi dan tindakan yang akan dilakukan terhadap APK setelah tahapan penetapan DCT menuju tahapan kampanye," ujarnya.
Selanjutnya 18 partai politik akan diundang untuk membuat nota kesepakatan yang isinya masing-masing caleg dari tiap parpol akan menurunkan APK mereka secara inisiatif dengan jangka waktu yang akan disepakati.
"Apabila melewati jangka waktu yang telah disepakati bersama, maka akan menjadi wewenang dari Pemkot Denpasar melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai penegak perda untuk menindaklanjuti alat peraga sosialisasi yang menyerupai APK," ucapnya.
Hal ini dipandang sebagai bentuk sinergitas pemerintah dan penyelenggara yang harus ditiru supaya pemilu di Kota Denpasar bisa berjalan damai dan tidak terjadi pelanggaran.
"Kota Denpasar adalah wajah perpolitikan di Bali. Jadi Pemerintah Kota Denpasar harus hati-hati membuat sebuah tindakan supaya pemilu bisa berjalan damai ke depannya," katanya.
Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bali meminta parpol dan bakal calon anggota DPR, DPRD provinsi/kabupaten/kota serta calon anggota DPD setelah ditetapkan dalam daftar calon tetap (DPT) Pemilu 2024 dapat segera menurunkan baliho kampanye maupun alat peraga kampanye yang sudah terpasang.
Anggota Bawaslu Provinsi Bali I Wayan Wirka mengatakan dari tanggal 4-27 November 2023, tidak boleh ada atribut-atribut parpol maupun calon anggota legislatif dan calon DPD yang terpasang. Selain itu tidak boleh ada kegiatan kampanye sebelum masa kampanye dimulai pada 28 November mendatang.
"Untuk partai politik masih diperbolehkan sosialisasi dengan metode pemasangan bendera partai hingga 27 November mendatang. Demikian pula pertemuan terbatas masih diperbolehkan sepanjang yang dilibatkan hanya kader-kader partai," ucap Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Bali itu.
Sedangkan terkait alat peraga kampanye pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden juga tidak boleh terpasang dari 14-27 November 2023 meskipun jadwal penetapan pasangan calon presiden dan cawapres pada 13 November 2023.
"Capres dan partai pengusungnya juga tidak boleh melakukan kampanye dari 14 November-27 November 2023. Jika tetap melanggar maka dilakukan langkah-langkah penanganan pelanggaran," ucapnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain
-
Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya
-
Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida