SuaraBali.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mengajukan perpanjangan status siaga darurat karena adanya kekeringan dan kebakaran di beberapa lokasi di Bali.
“Belum ditetapkan, masih diajukan kajian dan analisa hasil asesmen kepada Pj Gubernur Sang Made Mahendra, keputusan final tetap pada kepala daerah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bali I Made Rentin, Jumat (3/11/2023).
Tak seperti 14 hari kebelakang, saat ini status siaga darurat bencana hidrometeorologi yang diajukan, status ini untuk mengantisipasi bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan.
“Untuk siaga kekeringan sampai dengan 1 November 2023 sudah berakhir, idealnya (perpanjangan status siaga darurat) 2 November. Hasil asesmen bersama BMKG dan stakeholder terkait ke depan kita waspada terhadap bencana hidrometeorologi,” ujar Rentin.
Menurutnya status siaga darurat sudah cukup, kondisi ini untuk menunjukkan komitmen kesiapsiagaan bencana karena tak hanya kekeringan, saat memasuki musim hujan juga patut diwaspadai.
Rentin menjelaskan, bencana hidrometeorologi mencakup kondisi kering maupun basah, untuk hidrometeorologi kering terjadi kemarau seperti saat ini, sementara hidrometeorologi basah disiapkan memasuki transisi ke musim hujan.
“Penetapan status siaga di samping untuk kemudahan akses pengerahan personil sumber daya manusia dan peralatan logistik, juga penting untuk menunjukkan komitmen dan keseriusan Pemprov Bali dalam melakukan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, Bali kita tahu sebagai destinasi wisata internasional tentu perlu rasa aman dan juga nyaman dari ancaman bencana, bahwa kami pemda dengan stakeholders terkait telah siap,” jelasnya.
Penetapan status kesiapsiagaan ini berlangsung 14 hari sampai dengan 1 bulan, dari prediksi BMKG Wilayah III Denpasar fenomena ini akan berlangsung hingga Februari 2024.
Untuk itu, BPBD Bali ambil jalan tengah yaitu mengajukan status hingga 31 Desember 2023 untuk selanjutnya dikaji tahun 2024. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
-
Tanpa Upah, Haruskah Kita Biarkan Relawan Berjuang dengan Uang Sendiri?
-
Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara
-
Amuk Api di Cikini Menteng: Lima Rumah Hangus, Ratusan Petugas Berjibaku Tembus Gang Sempit
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern