Masyarakat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) sedang membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. [Suara.com/ Buniamin]
“Banyak langganan dan ada yang di dataran tinggi. Jadi harganya berbeda tergantung lokasinya,” katanya.
Profesi menjual air ini sudah dilakukan sejak lama mulai dari bencana gempa tahun 2018 silam.
Setiap musim kamaru, permintaan air dari masyarakat cukup tinggi dan Air yang dijual bersumber dari sumur bor.
Dalam sehari, H. Mariadi bisa menjual air tujuh hingga delapan kali sehari. Satu kali pengangkutan didistribusikan tergantung dari permintaan.
Misalnya, satu kali permintaan ada yang secara pribadi atau berkelompok.
“Kalau misalnya berdua itu nanti ya bagi dua bayarnya. Tapi kalau yang diatas itu harganya bisa sampai Rp200 ribu harganya,” katanya.
Kontributor: Buniamin
Berita Terkait
-
Kemarau Panjang di Kandangwesi, Bagaimana Masyarakat Adat Pulihkan Hutan Demi Jaga Sumber Air?
-
BMKG Ungkap 75 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau
-
Amran Klaim Stok Beras Aman Hingga 10 Bulan Kedepan di Tengah Ancaman El-Nino
-
Kacang Hijau: Penyelamat Sawah Saat Kemarau dan Jalan Rezeki Tak Terduga
-
Air Makin Keruh, Ledakan Alga Ganggu Ekosistem Danau Mawang
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
45 Telur King Kobra Ditemukan Dekat Rumah Warga Tabanan
-
Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan
-
Tim SAR Tetap Lanjutkan Pencarian Dua Korban Longsor Pelaga
-
Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional
-
Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah