SuaraBali.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (29/8/2022) kemarin menggeledah Kantor Wali Kota Bima. Penggeledahan yang dilakukan komisi antirasuah tersebut terkait dugaan kasus suap dan gratifikasi yang dilakukannya.
Tidak saja di kantor wali kota, penggeledahan yang dilakukan KPK menyasar organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Bima. Untuk diketahui, Harta kekayaan Walikota Bima Muhammad Lutfi meningkat setelah memimpin Kota Bima sejak tahun 2018 hingga 2022 kemarin.
Peningkatan harta kekayaan selama menjabat sebesar 80 persen lebih.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke KPK 30 Maret 2023 lalu, jumlah harta kekayaan Wali Kota Bima Muhammad Lutfi sebesar Rp5.737.432.483. Jumlah ini meningkat dari tahun 2018 sebesar Rp3.081.217.700.
Peningkatan hartanya selama menjabat yaitu sebesar Rp2.656.214.783 atau sebesar 86,21 persen. Kenaikan harta kekayaan untuk bangunan dan tanah sebesar Rp2.110.000.000 atau 111,05 persen.
Pada tahun 2018, harta kekayaan berupa tanah dan bangunan yang dilaporkan sebesar Rp1,9 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan seluas 3000 m2/300 m2 di Kota Bima senilai Rp1 miliar dan tanah dan bangunan seluas 252 m2/98 m2 di Kota Bekasi, keduanya merupakan hasil sendiri.
Sedangkan pada tahun 2022 yaitu harta kekayaan berupa tahan yang dimiliki yaitu tanah dan bangunan seluas 1264 m2/300 m2 di Kota Bima senilai Rp1,5 miliar, tanah dan bangunan seluas 252 m2/98 m2 di Kota Bekasi senilai Rp1,6 miliar, dan tanah seluas 1769 m2 di Kota Bima senilai Rp350 juta dan merupakan hasil sendiri.
Selain itu juga, pada tahun 2022 juga harta kekayaan yang dimiliki berupa tanah seluas 893 m2 di Kota Bima Senilai Rp250 juta, tanah seluas 411 m2 di Kota Bima senilai Rp60 juta, tanah seluas 695 m2 di Kota Bima senilai Rp250 juta hasil sendiri.
Selain harta kekayaan berupa tanah, Wali Kota Bima Muhammad Lutfi memiliki kekayaan berupa alat transportasi dan mesin.
Baca Juga: Psikologi ASN di Kantor Wali Kota Bima Disebut Terganggu Setelah Penggeledahan KPK
Pada tahun 2018 harta kekayaan sebesar Rp315 juta turun menjadi Rp250 juta tahun 2022. Penurunannya sebesar 20,63 persen atau Rp65 juta.
Pada tahun 2018, Muhammad Lutfi tercatat memiliki mobil, Nissan X - TRAIL 2.5 AT Tahun 2015 senilai Rp315 juta hasil sendiri. Sedangkan pada tahun 2022, memiliki mobil Wrangler Jeep tahun 1996 senilai Rp150 juta dan mobil Toyota Jeep tahun 1972 senilai Rp100 juta hasil sendiri.
Harta bergerak yang dimiliki senilai Rp819 juta, kas dan setara kas sebesar Rp658 juta lebih. Berdasarkan LHKPN yang dimiliki Muhammad Lutfi juga tercatat tidak memiliki utang.
Kontributor : Buniamin
Berita Terkait
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Isi Tas Ransel Sekdin Muara Enim Bikin Kaget: Ada Uang Rp323 Juta Hasil Korupsi Proyek
-
Rincian Jatah Korupsi di Muara Enim: Bupati 5 Persen, Kadis 3 Persen, Sisanya Buat PPK
-
Usai OTT, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK dalam Kasus Suap Proyek
-
545 Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Wamendagri Singgung Bantuan Politik Tidak Jelas
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
BRI Raih Best Private Bank di Indonesia Versi Global Private Banker 2026
-
Wali Kota Mataram Tidak Mau Memberi Ruang Kelompok LGBT
-
Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG, Ini Alasan BGN
-
BRI Perluas Layanan Digital Global, Registrasi BRImo Kini Tersedia di 15 Negara
-
Teras Kapal BRI Dorong Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan UMKM di Wilayah Kepulauan